4 Januari 1946 Ibukota RI Pindah ke Yogyakarta

Keraton-YogyakartaHari ini 65 tahun yang lalu Ibukota Republik Indonesia pindah ke Yogyakarta. Kepindahan ibukota pada saat itu karena Jakarta telah dikuasai Belanda sejak 29 September 1945.

Setelah proklamasi kemerdekaan RI oleh Soekarno dan Mohammad Hatta, Sultan Hamengku Buwono IX dan Pakualam VIII mengirimkan surat ucapan selamat, bahkan pada tanggal 5 September 1945 Sultan dan Pakualam menyatakan bergabung dalam NKRI.

Belanda yang kembali ingin menjajah Indonesia berhasil menduduki Jakarta pada tanggal 29 September 1945. 2 Januari 1945 Sultan Hamengku Buwono IX menyarankan ibukota RI dipindah ke Yogyakarta. Tawaran itu diterima Soekarno, pada tanggal 4 Januari ibukota NKRI resmi pindah ke Yogyakarta.

Menurut Ketua Pusat Studi Pancasila UGM dan anggota Senat UGM, Soetaryo, dipilihnya Yogyakarta karena kota itu dianggap paling siap menerima kemerdekaan. Yogyakarta juga yang pertama kali menyiarkan kemerdekaan melalui Masjid Gedhe Kauman.

Ketika agresi militer Belanda kedua pada tahun 1949, Sultan Hamengku Buwono IX menyiapkan pemerintahan darurat, dan pada 1 Maret 1949 Yogya berhasil direbut kembali.

Kepindahan ibukota NKRI ke Yogyakarta hari ini akan diperingati Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) Universitas Gajah Mada (UGM) dan berbagai elemen asyarakat lainnya dengan melakukan konvoi dari Stasiun Tugu Yogyakarta ke Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta.