Denpasar – Megawati Soekarnoputri benar-benar adalah tokoh satu-satunya yang memiliki pengaruh dan kharisma yang sangat kuat di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Bukan saja hampir semua DPC tetap menginginkan Megawati menjadi Ketua Umum PDIP periode 2010-2015, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) mantan presiden RI ke-5 itu diterima oleh peserta Kongres III secara aklamasi dengan suara bulat.
Tidak cukup sampai di situ, kongres juga memberikan kewenangan mutlak kepada suami Taufik Kiemas itu untuk menyusun sendiri kepengurusan DPP PDIP periode 2010-2015 nantinya dalam sistim formatur tunggal.
Menurut Fran Lebu Raya, sistim formatur tunggal tersebut dimaksudkan agar Megawati terbebas dari intervensi dan lebih fokus dalam menyusun kepengurusan. Cara ini juga untuk mengganjal kader titipan yang diusulkan oleh anggota formatur jika penyusunan pengurus dilakukan oleh beberapa orang.
Hal itu dikatakan Gubernur Nusa tenggara Timur yang juga menjadi ketua DPD PDIP NTT ini seusai memimpin sidang pleno di hotel Inna Grand Bali Beach, Selasa,6 April 2010.
Selain itu, hak khsusus pemecatan kader dan pengurus PDIP juga diberikan kepada Megawati. Dalam draf AD/ART soal kepengurusan disebutkan, Mega diberi hak prerogatif menonaktifkan pengurus DPP yang dianggap melanggar aturan partai.









