Amerika Perangi Virus Ebola di Afrika Barat

Virus Ebola (Foto: NIAID)
Scanning elektron mikrograf dari virus Ebola (Foto: NIAID)

maiwanews – Terhitung pada Rabu tanggal 30 Desember ET atau Kamis 31 Desember WIB, untuk pertama kalinya kasus Ebola tidak ditemukan selama 40 hari berturut-turut sejak wabah tersebut dideteksi di Afrika Barat awal tahun 2014. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization / WHO) Selasa 29 Desember mengumumkan berakhirnya penularan virus Ebola di Republik Guinea. Menyusul negara-negara Afrika Barat lainnya yaitu Sierra Leone dan Liberia dalam proses pemulihan dari penyakit mematikan tersebut.

Amy Pope (Deputi Asisten Presiden Amerika Serikat untuk Keamanan Dalam Negeri) dalam tulisannya di whitehouse.gov menyebut capaian tersebut sebagai tonggak bagi Guinea, Afrika Barat, dan masyarakat internasional. Amerika bersama negara-negara mitra dikatakan akan terus memberi bantuan bagi negara-negara yang terkena dampak Ebola dengan berbagai cara.

Pertama, tetap waspada terhadap Ebola dan ancaman penyakit menular lainnya. Amerika mendukung ketiga negara untuk melakukan pengawasan ketat, membangun laboratorium, dan membuat sistem penanggulangan wabah Ebola secara cepat. Pemerintah AS siap untuk membantu menanggapi setiap kasus Ebola dan terus bekerja dengan pemerintah negara-negara terdampak serta mitra untuk memaksimalkan kemampuan lokal.

Kedua, Amy mengatakan Amerika bekerjasama dengan pemerintah Guinea, Sierra Leone, Liberia, dan mitra lainnya di kawasan dan seluruh dunia untuk membangun kemampuan jangka panjang dalam mencegah, mendeteksi, dan merespon ancaman penyakit menular melalui pengembangan rencana lima tahun demi tercapainya target dari Global Health Security Agenda. Amerika berkomitmen membantu setidaknya 30 mitra untuk mencapai tujuan tersebut, dimulai dari Afrika Barat.

Ketiga, menjalin kerjasama erat dengan ketiga negara dan mitra untuk membangun perekonomian. Sebagai contoh pada 2 Nopember Millennium Challenge Corporation (MCC) dan pemerintah Liberia menandatangani kerjasama investasi senilai 257 juta USD. Pada 17 Nopember MCC dan Republik Sierra Leone menandatangani kerjasama senilai 44 juta USD untuk mendukung reformasi kebijakan, membangun kapasitas kelembagaan, dan meningkatkan tata kelola di sektor air dan listrik.

Keempat, pemerintah Amerika mendukung restorasi dari seluruh layanan kesehatan dasar dalam menghadapi Ebola. Sebagai contoh, di Liberia dukungan layanan kesehatan di enam tempat. Layanan tersebut termasuk pengadaan dan distribusi obat-obatan penting untuk klinik masyarakat. (m012/White House)