Amerika Peringatkan Korea Utara Atas Penggunaan Senjata Nuklir

Sistem Pertahanan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) (Foto: U.S. Army)

maiwanews – Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Jim Mattis memperingatkan Korea Utara (Korut) atas kemungkinan penggunaan senjata nuklir dan serangan terhadap negeri Paman Sam tersebut. Peringatan itu disampaikan Jum’at 3 Februari saat bersama Menhan Korea Selatan (Korsel) Han Min Koo di Seoul.

Penggunaan senjata nuklir Korut terhadap AS atau sekutunya akan dijawab dengan pembalasan efektif dan luar biasa. Amerika dan Korsel akan mempertahankan stabilitas di semenanjung Korea dan kawasan tersebut. Ia menegaskan setiap serangan akan dikalahkan.

Kedatangan Menhan Mattis di Korsel merupakan lawatan pertamanya ke luar negeri. Menhan baru tersebut ingin meyakinkan Korsel tentang komitmen negaranya pada perjanjian pertahanan bersama kedua negara.

Sehari sebelumnya, saat Perdana Menteri Korea Selatan, Hwang Kyo-ahn, Menhan Mattis menyampaikan pernyataan senada, ia mengatakan pemerintahan Presiden Trump berkomitmen untuk memperkuat hubungan dengan Korsel menghadapi provokasi Korut.

Kepada wartawan Menhan Mattis mengatakan salah satu topik pembicaraan dengan Korsel adalah sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Sistem pertahanan misil ini akan ditempatkan di Korsel tahun ini. Rencana itu ditentang oleh China. Menhan Mattis menegaskan rencana itu karena tindakan provokatif Korut.

Sistem pertahanan THAAD dirancang untuk menangkal serangan rudal balistik jarak penden dan menengah. Missile Defense Agency (MDA) Desember 2015 menyepakati kontrak dengan Lockheed Martin senilai 528 juta USD untuk memproduksi THAAD. MDA merupakan lembaga penelitian, pengembangan, dan akuisisi Departemen Pertahanan AS. (VoA/al/as/ab/Lockheed Martin)