Anggota Pansus Mulai Tuai Ancaman Fisik

Akbar FaisalJakarta – Setelah tekanan demi tekanan dialami beberapa fraksi di Pansus yang kritis seperti tekanan resuffle, korupsi, hingga pajak yang dialami partai PKS, Golkar, PPP, dan PDIP, kini tekanan itu mulai berwujud teror fisik.

Akbar Faizal, salah seorang anggota Pansus dari Hanura yang dikenal sangat kritis dalam mengungkap skandal Bank Century, mengaku diteror melalui telepon dan SMS.

Tentang terorr tersebut, politisi asal Makassar dari dapil 2 Sulsel itu telah melaporkan kasus teror tersebut ke Polda Sulsel karena ketika teror itu terjadi, Akbar sedang di Makassar. Di Depok, kediaman Akbar, teror juga terdari seperti adanya kendaraan yang seperti mengintai kediamannya dari jarak jauh.

Tekanan terhadap upaya pengungkapan kasus Century yang kini masuk ke babak investigasi aliran dana Century makin kuat dan meluas, penyerangan yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal ke markas LSM Bendera Jumat tengah malam juga dicurigai terkait dengan konprensi pers Bendera tentang aliran dana beberapa waktu lalu.

Ketika itu, dua orang aktifis Bendera, melakukan konprensi pers menyebutkan sejumlah tim sukses SBY – Boediono menerima aliran dana Bank Century, pihak yang disebut Bendera tersebut ramai – ramai melaporkan Ferdi dan Mustar ke Polda Metro Jaya.

Ketika penyerangan markas Bendera di Jl. Diponegoro, kedua orang aktifis Benteng Demokrasi tersebut yang dicari 30 orang penyerang dengan bersenjatakan golok dan samurai berteriak – teriak sambil melakukan perusakan sejumlah peralatan bekas kantor PDIP itu, 4 orang anggota Bendera mengalami luka terkena senjata tajam.

Sejumlah elemen masyarakat menyatakan dukungan terhadap sikap kritis anggota Pansus agar jalan terus dan siap melakukan perlindungan. Pemuda Pancasila, salah satu elemen masyarakat diberitakan siap melakukan perlindungan terhadap anggota Pansus.