maiwanews latar
maiwanews tulisan


Daripada Saling Klaim Budaya

Asvi Warman Usul Indonesia-Malaysia Berintegrasi Saja

bendera indonesia-Malaysiamaiwanews - Mungkinkah Indonesia dan Malaysia bersatu? Sejarawan Asvi Warman Adam mengusulkan agar kedua negara berintegrasi saja, alasannya, agar saling klaim budaya antara kedua negara tidak lagi terjadi.

“Jika ada klaim budaya antara Malaysia dan Indonesia dan kerap menimbulkan perdebatan panjang, lebih baik dua negara itu digabung saja,” kata Asvi Warman Adam.

Hal itu dilontarkan Asvi dalam acara Silaturahmi Kebangsaan berjudul  ‘Kenapa 17 Agustus?’, di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 8 Agustus 2010 malam.

Asvi berpendapat bahwa terdapat keuntungan baik untuk Indonesia dan Malaysia jika keduanya berintegrasi. Bukan hanya hilangnya perdebatan saling klaim budaya, tapi juga aspek ekonomi dan juga pembelajaran demokrasi, termasuk tidak akan ada lagi masalah TKW karena akan menjadi persoalan antar provinsi.

Karena menurutnya, kedua negara masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Dari sisi pendapatan per kapita, Malaysia lebih maju secara ekonomi, namun secara demokrasi Indonesia lebih maju daripada Malaysia.

Menurut Asvi, usulan itu bukan hal baru karena gagasan integrasi sudah pernah tercetus di era kepemimpinan Soekarno, yakni 3 hari sebelum Indonesia merdeka, tepatnya 14 Agustus 1945.

Usulan itu mencuat, lanjut Asvi, berdasarkan hasil pertemuan saat itu antara Presiden Soekarno dengan pimpinan Kesatuan Muda Malaya, Ibrahim Jacob, saat Soekarno singgah ke Malaysia setelah melakukan pertemuan di Vietnam.

“Dia (Ibrahim) mengusulkan Malaysia bergabung dan memproklamirkan kemerdekaannya bersama Indonesia menjadi Indonesia Raya (Indonesia-Malaysia),” kata Asvi menjelaskan.

Usulan integrasi muncul karena kedua pemimpin melihat ada persamaan budaya dalam satu rumpun. Namun pada detik-detik Proklamasi, kata Asvi, Soekarno lupa untuk menuliskan dalam naskah proklamasi kemerdekaan Malaysia.

Usulan tersebut kata Asvi, sebenarnya beberapa kali dilontarkan hingga di tingkat forum pertemuan tinggi setingkat kementrian di Malaysia, tapi tidak ada tanggapan.

“Mungkin mereka merasa takut jabatannya hilang kalau dua negara ini berintegrasi,” kata Asvi.

Artikel Lainnya:

  1. Indonesia Malaysia Sempurnakan Perjanjian Keamanan
  2. Hasil Perundingan Indonesia-Malaysia di Kinabalu
  3. Kemanan Mahasiswa Indonesia dan Malaysia Dijamin
  4. Sekjen PDIP: Jika Malaysia Emosi, Indonesia Bisa Lebih
  5. Malaysia Teliti Pengakuan Badan PBB UNESCO Terhadap Batik Indonesia

One Response to “Asvi Warman Usul Indonesia-Malaysia Berintegrasi Saja”

Beri Komentar

*
Hosting Gratis
BERITA TERBARU

Nama Korban Tewas Kecelakaan Bus di Cisarua
maiwanews - Hingga saat ini, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan bus Karunia Bhakti di Cisarua, kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat telah

Gelar Pahlawan Untuk Soeharto Dinilai Sah
maiwanews - Mantan Presiden Indonesia, Soeharto, dinilai layak mendapat gelar sebagai pahlawan nasional. Mahkamah Konstitusi (MK) dalam uji materi 9

Nampaknya Ical Sudah Menemukan Sosok Cawapres
maiwanews - Dalam seminar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012, Ketua Umum DPP

Lawan Persema, Persebaya Tampil Tanpa Andik
maiwanews - Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat saat menjamu Persema Malang Minggu 12 Fembruari 2012 nanti. Pada pertandingan Indonesia Premier

Indonesia Akan Beli 8 Helikopter Serang Apache
maiwanews -Pemerintah Indonesia terus melakukan penguatan sistem persenjataan yang dimiliki TNI. Setelah mewacanakan akan membeli 100 buah tank berat

Dana Pembelian Pesawat Kepresidenan Dari APBN
maiwanews - Sekertaris Kementerian Sekretaris Negara (Sesmensetneg), Lambock V. Nahattands, Kamis 9 Februari 2012 di Jakarta menegaskan dana

Pungli dan Korupsi Gerogoti Sektor Industri
maiwanews - Ekonomi Indonesia saat ini tumbuh dengan biaya tinggi, karenanya tidak memberi dampak signifikan bagi rakyat. Tingginya biaya ekonomi

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

09/02/12 - 14:29

09/02/12 - 14:21

09/02/12 - 13:56

08/02/12 - 14:26

08/02/12 - 13:56

08/02/12 - 11:02

08/02/12 - 10:44

08/02/12 - 10:39

08/02/12 - 08:55

08/02/12 - 08:25

07/02/12 - 03:55

07/02/12 - 01:12

06/02/12 - 16:17

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 87 kali

dibaca 58 kali

dibaca 56 kali

dibaca 51 kali

dibaca 49 kali

free counters