Banjir Bojonegoro Meluas Sampai Tuban
TUBAN - Akibat tingginya curah hujan dalam sepekan belakangan ini, membuat luapan Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro terus meluas sampai ke wilayah Kabupaten
Tuban.
Data yang berhasil dihimpun meyebutkan, sejak semalam, Sabtu (15/05/2010) ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro terus menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.
Bahkan, sampai Minggu (16/05/2010) siang status Bengawan Solo telah ditetapkan Siaga II banjir. Sebab, ketinggian air di papan duga Taman Bengawan Solo (TBS)
Kota Bojonegoro telah sampai pada 14.27 phielscall pada pukul 09.00 WIB.
Kenaikan permukaan air bengawan juga tampak terus naik di papan duga Karangnongko, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Yakni berada di titik 28.87 phielscall pada pukul 09.00 WIB atau naik beberapa centimeter dari pukul 06.00 WIB yang berada di titik 28.80 phielscall
Akibat melubernya Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, sampai sore ini, Minggu (16/05/2010) genangan air telah memasuki puluhan hektar area persawahan dan pekarangan rumah warga di Kabupaten Tuban.
Di Kecamatan Rengel yang kerap jadi langganan banjir tahunan, sebelum berfungsinya sudetan di Kali Lamong, kini pun tak tak terhindar dari amuk air yang meluap dari hulu Kalinongko, Bojonegoro sejak Sabtu malam.
Data yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, 4 kecamatan di Tuban yakni
Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang dan Kecamatan Widang, air kiriman akibat luapan Bengawan Solo telah menggenangi ribuan hektar sawah.
Di kecamatan Rengel, tak kurang dari 300 ha sawah tergenangi air banjir yang berakibat areal persawahan yang ada tak bisa ditanami lagi setelah baru panen beberapa saat lalu.
Para petani di Dusun Lohgawe dan Temulus, Desa Sawahan, Kecamatan Rengel nasibnya pun tak beda dengan petani lainnya. Apalagi, lahan persawhan yang berada di Dusun Lohgawe. Belum lagi surut genangan air akibat banjir kiriman sebulan lalu, kini datag lagi banjir serupa dengan tingkat genangan yang cukup parah.
Dari kejadian serupa yang sudah terulang-ulang dari masa ke masa, genangan air yang melanda area persawahan di sana berlangsung sampai 3 bulan lamanya.
“Harapan untuk melakukan aktifitas tanam sudah tidak mungkin lagi. Kondisinya, kini malah makin parah saja,” kata Saji yang sudah siapkan benih untuk ditabur.
Kini, para petani uang berada di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo mengurungkan niat memulai aktifitas tanam pada musim tanam (MT) kali ini.
Artikel Lainnya:





