Basarnas: Opersi Gabungan AirAsia akan Ditutup, Diganti Operasi Harian

evakuasi-korban-airasia-maiwanewsmaiwanews – Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FHB Soelistyo mengatakan, saat ini Basarnas sudah memasuki fase ditutupnya operasi gabungan pencarian korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501.

Dengan proses fase penutupan operasi gabungan ini kata Bambang Soelistyo, Basarnas pada Selasa (13/1/2014) akan menemui Komisi V DPR RI pukul 09.30 WIB untuk menyampaikan hasil operasi selama 16 hari operasi.

Namun menurut Bambang Soelistyo, fase penutupan buka berarti operasi pencarian korban dan pesawat AirAsia dihentikan. Segala sesuatu dalam operasi gabungan kata dia, harus melalui tahap evaluasi sebagai pertimbangan untuk melanjutkan operasi ini dalam bentuk lain.

“Tetapi apabila operasi ditutup bukan berarti ini selesai pencarian korban,” kata FHB Soelistyo di Kantor Basarnas, jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2014).

Setelah operasi gabungan ditutup lanjut FHB Soelistyo, maka Basarnas akan melakukan pencarian korban dengan operasi harian. Dalam operasi harian jelasnya, Basarnas akan melakukan pencarian-pencarian bukan dalam bentuk join forces, melainkan dalam bentuk tugas harian Basarnas.

Hingga hari ke-16 pencarian, baru 48 mayat korban AirAsia QZ 8501 yang berhasil dievakuasi dari 155 penumpang dan 7 awak pesawat yang jatuh di perairan Selat Karimata pada Minggu (28/12/2014) lalu.