Cegah Pengungsi Rohingya, India Tingkatkan Keamanan Perbatasan

India, Bangladesh, Myanmar (Foto/Gambar: Google Satellite)

maiwanews – Menyikapi kondisi di Myanmar, India meningkatkan keamanan di sebagian besar perbatasan timur dengan Bangladesh. Petugas perbatasan dilengkapi dengan semprotan cabai dan granat kejut. Pengetatan keamanan perbatasan India sebagai antisipasi masuknya pengungsi Muslim Rohingya dari Myanmar. Demikian disampaikan pejabat berwenang India Sabtu 23 September.

Petugas perbatasan diberi wewenang untuk memblokir pengungsi dari Rohingya Myanmar, mencegah mereka masuk ke wilayah India. Tindakan pencegahan diambil dengan alasan risiko keamanan.

Wakil inspektur jenderal Pasukan Keamanan Perbatasan (Border Security Force / BSF), R.P.S. Jaswal, mengatakan pasukannya diberi kewenangan menggunakan seprotan cabai dan granat kejut untuk mencegah masuknya pengungsi Rohingya ke India. Jaswal dan pasukannya bertugas melakukan patroli di sebagian besar perbatasan di negara bagian Bengal Barat.

Diperkirakan sekitar 40 ribu orang pengungsi Rohingya melarikan dari negaranya melintasi Bangladesh dan telah berada di India. Kamis lalu Menteri Dalam Negeri India Rajnath Singh mengatakan pihaknya meminta mereka dideportasi karena dianggap migran ilegal. Mereka juga disebut tidak mengajukan permohonan untuk mendapatkan status pengungsi.

Komisi Nasional Hak Asasi India (National Human Rights Commission / NHRC) dalam rilisnya 18 Agustus silam menyatakan pihaknya membantu pengungsi Rohingya adas dasar kemanusiaan. Pihak NHRC mengakui pengungsi tersebut merupakan warga negara asing, tapi mereka adalah manusia. Sebelum mengambil langkah besar, pemerintah India diminta mempertimbangkan setiap aspek situasi, dengan tetap memperhatikan bahwa komunitas Rohingya takut ditindas begitu mereka dipulangkan ke negara asalnya. (VoA/ka/NHRC)