Disediakan Rp1,751 Triliun untuk Rekonstruksi Pascagempa

Pemerintah mengakhiri masa tanggap darurat pascabencana gempa yang melanda sebagian wilayah Jabar dan beberapa daerah di Jateng pada Rabu, 16 September 2009. Dalam Rakor persiapan Rekonstruksi pascagempa Jabar yang berlangsung Selasa (15/9) di Kemenko Kesra.

Rakor yang dihadiri antara lain Mendagri, Menteri PU, Mendiknas, mensos, Kepala BNPB dan Gubernur Jabar masih tetap akan membantu daerah daerah yang membutuhkan bantuan, terutama daerah terpencil, kata Menko Kesra, Ir Aburizal Bakrie.

Pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp1,751 triliun untuk penangananan pascagempa Tasikmalaya. Dana tersebut dialokasikan untuk pembanguanan rumah penduduk, sekolah dan infratruktur lainnya.

Usai Rapat Koordinasi rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa Tasikmalaya di Kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jakarta kemarin (15/9) Menkokesra Aburizal Bakrie mengatakan dana itu didapat dari pemerintah pusat dan daerah.

“Pusat menyumbang Rp1,531 trilun sedangkan pemerintah provinsi sebesar Rp250 miliar,” kata Aburizal dalam jumpa pers yang didampingi Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Menkokesra juga telah meminta departemen dan daerah untuk menyiapkan dana alokasi khusus (DAK) untuk penanganan pascagempa ini. “Sesuai kebutuhan, bila yang dibutuhkan sekolah berarti Depdiknas harus siap dengan DAK. Begitu pula jalan, jembatan, masjid, dan madrasah,” katanya.

Dana sebesar itu akan digunakan untuk merekonstruksi 6.756 ruang sekolah lokal, 536.880 rumah yang rusak ringan, 42.596 rumah rusak sedang dan 98.053 rusak berat. Kondisi tanggap darurat, juga akan berakhir hari ini (16/9).

Perlu diketahui bahwa menurut data Pemprov Jabar sebanyak 6.756 ruang sekolah, 144 unit Puskesmas, 5.883 mesjid, 675 kantor pemerintah, 68 pondok pesantren dan beberapa fasilitas ekonomi juga rusak.

Setelah masa tanggap darurat berakhir, pemerintah akan menghentikan pemberian bantuan darurat kepada korban bencana yang dinilai sudah bisa melanjutkan hidup secara mandiri.

“Tapi kalau ada daerah-daerah terpencil dan masih membutuhkan bantuan tetap akan dibantu,” kata Menko Kesra.

Saat ini bantuan dari lembaga nonpemerintah atau donatur perorangan kepada korban gempa hingga masih mengalir. Ia berharap, semua instansi, berkoordinasi dengan baik dan bisa menangani pembangunan dan merehabilitasi kondisi dengan cepat.

Sekarang data kerusakan masih diverifikasi, targetnya selesai tanggal 15 Oktober 2009. “Rekonstruksi langsung dimulai setelah verifikasi selesai. Targetnya akhir Februari 2010 semua pembangunan sudah selesai,” katanya.

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan pusat gempa di barat daya Tasikmalaya, 2 September, mengguncang sebagian wilayah Jawa Barat dan beberapa wilayah di Jawa Tengah. Bencana itu menyebabkan 81 orang meninggal dunia, 1.238 terluka, 45 orang hilang dan 177.490 orang harus mengungsi. (gs).

menkokesra.go.id