maiwanews latar
maiwanews tulisan


DPRD Desak Relokasi Raya Porong Dipercepat

PORONGSIDOARJO - Setelah terjadinya Subsident (penurunan tanah) seluas 100 m2 yang menelan bangunan rumah milik alm Kiai Abdur Rohim Nur dan berjarak hanya 5 meter dari badan jalan raya Porong, pihak DPRD Sidoarjo minta BPLS untuk segera melakukan pembangunan infrastruktur jalan arteri dan tol yang saat ini masih mangkrak harus secepatnya direalisasi.

Pasalnya, penurunan tanah ini memberi pesan jelas dari kondisi kerusakan alam di sekitar semburan gas dan lumpur Lapindo.

Salah seorang anggota Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo, H Sungkono, saat melihat amblesnya tanah dan bangunan milik alm kiai Abdur Rohim Nur di desa Jatirejo, meminta pihak BPLS sebagai kepanjangan dari pemerintah jangan lagi mengulur waktu menyelesaikan relokasi infrastruktur tersebut.

Sebab, kata Sungkono, pembangunannya sekarang ini mandeg dan bisa dikatakan mangkrak sebab pemilik tanah dan bangunan belum mau melepaskan lahannya dikarenakan perselisihan harga.

“Mengapa pemerintah selalu mempertahankan patokan harga tanah yang ditetapkan tim aprasial. Harga aprasial itu ada margin errornya, sehingga bukan merupakan harga mati. Kalau demikian, untuk apa mempertahankan harga bila kerugian masyarakat dari lumpuhnya jalan raya Porong begitu besar. Bila perlu dilakukukan aprasial ulang,” kata Sungkono.

Terlebih lagi, lanjut Sungkoo, jalan tol mempunyai tujuan bisnis yaitu mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya walaupun pada akhirnya untuk kepentingan umum. Semua tahu PT Jasa Marga mendapat keuntungan besar dari tingginya volume kendaraan yang melewati di jalur itu, bukankah masyarakat sudah bersedia melepas tanahnya. Cuma harganya jangan sampai merugikan masyarakat.

”Saya sangat tidak setuju dengan pola konsinyasi, kalau bisa dirundingkan kenapa harus dikonsinyasi,” ujar Sungkono

Pertimbangan sisi bisnis Jasa Marga, menurut Sungkono, sepatutnya dilakukan aprasial ulang untuk lahan yang digunakan jalan tol.

”Sedikit mengalah dengan pemilik tanah, warga sudah berkorban melepaskan tanahnya, kok masih ditawar dengan harga pasaran,” tegas Sungkono.

Bila mengacu pada Perpres 14, proses ganti rugi warga dan perusahaan yang terkena luapan lumpur harus juga dipikirkan pemerintah. Jangan sampai tanah warga untuk relokasi infrastruktur dibebaskan dengan ganti rugi, tetapi korban lumpur yang memang benar-benar menjadi korban tidak dituntaskan, sehingga menjadi tragedi yang tidak ada habisnya.

Dilematis memang. Relokasi jalan dilakukan dengan pembebasan, di satu sisi ada sekitar 48 perusahaan yang tanahnya ditenggelamkan lumpur hanya mendapat ganti rugi 30%. Pemerintah dan Lapindo Brantas seolah tutup mata dan telinga, padahal perusahaan yang kolaps itu investasinya banyak yang pinjam bank.

Mengembalikan bunga bank saja megap-megap, apalagi pinjaman pokoknya. Apakah ini pernah dipikirkan Lapindo.

”Bahasa komitmen selalu dipakai Lapindo untuk menangani perusahaan korban lumpur, tetapi itu lips services,” tukas Sungkono.

Artikel Lainnya:

  1. China Akan Relokasi 100 Pabrik Tekstil ke Indonesia
  2. Ical: Saya Keluarkan Rp 7.8 Trilyun untuk Korban Lumpur
  3. China Relokasi Pabrik Garmen ke Indonesia atau Vietnam
  4. Bus Mayasari Bhakti Terperosok, Jalan Raya Podok Gede Macet Total
  5. Anggota DPRD DKI Desak Haryanto Bajuri Dicopot

Beri Komentar

*
Hosting Gratis
BERITA TERBARU

Nampaknya Ical Sudah Menemukan Sosok Cawapres
maiwanews - Dalam seminar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012, Ketua Umum DPP

Lawan Persema, Persebaya Tampil Tanpa Andik
maiwanews - Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat saat menjamu Persema Malang Minggu 12 Fembruari 2012 nanti. Pada pertandingan Indonesia Premier

Indonesia Akan Beli 8 Helikopter Serang Apache
maiwanews -Pemerintah Indonesia terus melakukan penguatan sistem persenjataan yang dimiliki TNI. Setelah mewacanakan akan membeli 100 buah tank berat

Dana Pembelian Pesawat Kepresidenan Dari APBN
maiwanews - Sekertaris Kementerian Sekretaris Negara (Sesmensetneg), Lambock V. Nahattands, Kamis 9 Februari 2012 di Jakarta menegaskan dana

Pungli dan Korupsi Gerogoti Sektor Industri
maiwanews - Ekonomi Indonesia saat ini tumbuh dengan biaya tinggi, karenanya tidak memberi dampak signifikan bagi rakyat. Tingginya biaya ekonomi

Kasus Rawa Tripa, WALHI Siapkan Saksi Ahli
maiwanews - Dalam sidang gugatan WALHI Aceh terhadap Gubernur Aceh atas penerbitan surat izin pembukaan lahan di Rawa Tripa Rabu 8 Februari 2012 di

Empat Motor Yamaha Raih Penghargaan Top Brand Award
maiwanews - Empat motor Yamaha di tiga kategori berhasil meraih penghargaan Top Brand Award. Penghargaan itu telah diraih selama lima tahun

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

09/02/12 - 13:56

08/02/12 - 14:26

08/02/12 - 13:56

08/02/12 - 11:02

08/02/12 - 10:44

08/02/12 - 10:39

08/02/12 - 08:55

08/02/12 - 08:25

07/02/12 - 03:55

07/02/12 - 01:12

06/02/12 - 16:17

06/02/12 - 12:36

06/02/12 - 12:20

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 56 kali

dibaca 53 kali

dibaca 53 kali

dibaca 51 kali

dibaca 49 kali

free counters