Fadli Zon Terima Kunjungan Delegasi Parlemen Uni Eropa

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menerima kunjungan Delegasi Parlemen Uni Eropa di Gedung Nusantara III DPR RI, Selasa, 8 Mei 2018. (Foto: @fadlizon)

maiwanews – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon Selasa 8 Mei menerima kunjungan delegasi Parlemen Uni Eropa di Gedung Nusantara III DPR RI. Delegasi Parlemen Uni Eropa dipimpin oleh Mr. David Mc Allister (Ketua Komite Foreign Affairs Committee/AFET) dan Dr Warner Langen (Chairman of Delegation for Relations with the Countries of Southeast Asia and ASEAN/DASE).

Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa hal, diantaranya adalah terkait perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), perundingan Free Trade Agreement (FTA) antara ASEAN dan Uni Eropa (UE) atau ASEAN-EU FTA, dan isu hambatan produk sawit Indonesia di pasar Uni Eropa.

Dalam keterangannnya di gedung DPR Senayan Jakarta Selasa 8 Mei usai pertemuan, Fadli mengatakan delegasi dari Parlemen Uni Eropa ini terbilang besar dimana diikuti oleh 13 orang anggotanya. Mereka membawa agenda pembahasan terkait masalah ekonomi, politik, hak asasi manusia (HAM), serta masalah global.

Ia menyebut pertemuan dengan delegasi Parlemen Uni Eropa sangat bermanfaat dan termasuk dari bagian dalam membangun strategi kemitraan Indonesia dengan Parlemen Uni Eropa dan kerjasama ASEAN dengan Parlemen Uni Eropa.

Terkait resolusi Uni Eropa terhadap palm oil dimana Indonesia dirugikan, politisi Partai Gerindra tersebut mengatakan Parlemen Uni Eropa sudah menerima keluhan dan akan memproses lebih lanjut.

Resolusi sawit Parlemen Uni Eropa bertujuan agar minyak sawit dimana produsen terbesarnya adalah Indonesia tidak dimasukkan sebagai bahan baku program biodiesel Uni Eropa pada 2020. Luas lahan sawit Indonesia mencapai 11,67 juta hektar, dengan lahan seluas itu maka hampir seluruh kebutuhan minyak sawit dunia dipasok dari Indonesia.

Pihak berwenang di Uni Eropa Industri menganggap kelapa sawit sebagai pemicu utama deforestasi. Padahal, deforestasi tidak hanya disebabkan pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Pertemuan dengan Delegasi Parlemen Uni Eropa juga dihadiri Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf (Fraksi Partai Demokrat), dan Anggota Komisi I DPR RI Biem Triani Benjamin (Fraksi Partai Gerindra). (DPR/tn/sf/Twitter @fadlizon)