Fahira Idris Minta Penanganan DBD Juga Fokus ke Sekolah

maiwanews – Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris minta penanganan penyakit DBD (demam berdarah dengue) juga difokuskan ke sekolah-sekolah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, setidaknya 611 orang dirawat di rumah sakit di Jakarta karena menderita DBD, 40 persen diantaranya berstatus sebagai pelajar. Dengan demikian jika sekolah bebas dari DBD maka kemungkinan terjangkit sangat minim. Demikian disampaikan Fahira di Senayan Jakarta Selasa 9 Februari.

Fahira menekankan agar penanganan DBD tidak sampai memakan korban. “Saya minta Dinkes juga fokus ke semua sekolah-sekolah di Jakarta. Kita sangat berharap, DBD di Jakarta jangan sampai memakan korban dan jangan sampai terjadi KLB (kejadian luar biasa). Pemprov harus serius, sama seriusnya dengan mengurus banjir”, ujar Fahira.

Upaya pencegahaan DBD diakui Fahira bukan hanya menjadi tugas pemerintah tetapi seluruh warga, namun pemerintah merupakan akor utama karena peran dinas kesehatan sangat signifikan dalam tiga poin penting pencegahan DBD, yaitu pengobatan penderita DBD, pemberantasan nyamuk, hingga program 3M (menguras, menutup, dan mengubur).

Terkait pencegahan penularan, pihak kesehatan dalam hal ini dinkes dan rumah sakit harus menangani penderita dengan baik dan benar, termasuk memberi pengobatan dan dan isolasi. Selain itu dinkes juga dikatakan bertugas melakukan pemberantasa nyamuk lewat pengasapan. Peran masyarakan hanya signifikan dalam hal 3M, itupun harus ada kampanye atau sosialisasi dari dinkes.

Mengenai pelayanan rumah sakit, Pemprov DKI Jakarta diminta memastikan tidak ada pasien DBD ditolak oleh rumah sakit. “Jangan sampai ada pasien DBD yang ditolak. Stok darah biasanya pada Januari dan Februari menipis harus dicari solusinya agar terus ada. Pencegahan DBD ini sama pentingnya dengan pencegahan banjir selama musim hujan. Jadi Pemprov Jakarta harus bisa fokus menangani DBD”, tukas Fahira. (m011)