Fraksi Sampaikan Pandangan Terkait Aliran Dana

Jakarta – Panitia Hak Angket Bank Century hari ini, Rabu, 17 Februari 2010 di Gedung DPR RI Senayan melaksanakan rapat dengan agenda penyampaian pandangan Fraksi terkait aliran dana.

Pendapat tentang aliran dana merupakan kesimpulan dari hasil investigasi tim atas kunjungan ke lima kota yakni Bali, Makassar, Surabaya, Jakata, dan Medan yang melakukan pertemuan dengan sejumlah nasabah dan pimpinan cabang Bank Century di daerah.

Pandangan fraksi umumnya menyoroti tentang adanya indikasi pelanggaran tindak pidana perbankan melalui praktek – praktek yang tidak lazim. PKSĀ  menyampaikan 9 penyimpangan diantaranya adanya kerugian negara terkait aliran dana dan PMS, praktek pencucian uang, adanya transaksi narkoba berkedok jual beli valas, dan penggunaan dana talangan untuk L/C Fiktif.

PDIP menemukan beberapa kejanggalan seperti nama nasabah yang tidak terdapat di database, rekening dengan sumber dana yang tidak jelas, dan pemecaha deposito tanpa prosedur tidak lazim. Atas temuan itu, PDIP menyimpulka 4 jenis pelanggaran yakni tindak pidana perbankan, pidana umumk, pencucian uang, dan korupsi.

Golkar menyampaikan pandangan adanya konspirasi pinjam atau pakai rekening orang lain dan adanya identitas palsu, sementara PAN menemukan adanya deposito palsu, transaksi fiktif, dan kloning rekening.

Pandangan Fraksi Demokrat yang dibacakan Achsanul Qosasih juga menemukan sejumlah pelanggaran namun secara khusus menyampaikan tentang pendapat bahwa tidak terdapat aliran dana ke partai politik.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan agenda pembentukan tim kecil dalam rangkan pandangan akhir Pansus. Rapat sedangan membahas tentang pola proporsionalitas keanggotaan Pansus. Diusulkan tim kecil terdiri dari 13 orang ditambah 4 unsur pimpinan, namun ada pendapat lain bahwa penghitungan pimpinan jangan dipisahkan dengan anggota.