Garap Energi Panas Bumi, Pertamina Utang Rp18 Triliun
maiwanews – Kembangkan energi panas bumi di berbagai lokasi di Indonesia, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) akan mengutang dua miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 18 triliun.
Dana pengembangan listri tenaga panas bumi yang akan menghasilkan listrik dengan kapasitas terpasang 1.000 Megawatt itu berasal dari beberapa sumber dari Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, dan Bank Dunia.
“Sumber dana itu pinjaman dari Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, dan Bank Dunia, dengan target penambahan pasokan listrik sebesar 1.000 Mega Watt pada tahun 2014,” kata Abadi Poernomo.
Menurut Abadi Poernomo, dengan adanya Kepmen ESDM nomor 32/2010, harga jual listrik dari PLTP ke PLN dipatok sebesar 9,7 sen per KWH, maka pembangunan PLTP itu sudah sangat layak.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PGE Abadi Poernomo usai acara Pertamina membantu masyarakat di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Minggu, 22 Agustus 2010 sore.
Kendalanya menurut Abadi, terletakpada jangkauan jaringan dari PLN untuk mencapai titik-titik PLTP serta belum adanya interkoneksi di seluruh Sumatra dan pulau lainnya, termasuk interkoneksi Jawa-Sumatra.
Kendala lain lanjut Abadi, adalah tumpang tindih penggunaan lahan, karena hampir 60 persen cadangan panas bumi Pertamina Geothermal berada di hutan konservasi yang menurut Undang-Undang hutan konservasi tidak bisa diganggu.
PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), adalah anak perusahaan PT Pertamina (Persero), berdiri sejak tahun 2006, PGE didirikan untuk mengembangkan 15 Wilayah Kerja Pengusahaan Geothermal di Indonesia.
PGE sebagai perusahaan yang menyediakan energy tanpa polusi ini, 90% sahamnya dimiliki oleh PT Pertamina (Persero) dan 10% sisanya dimiliki oleh PT Pertamina Dana Ventura.
Artikel Lainnya:





