Gempa dan Tsunami Donggala dan Palu, Jumlah Korban Tewas Mencapai 384 Orang

Kondisi kerusakan sebuah Rumah Sakit di Kota Palu akibat Tsunami. (Foto: Sutopo Purwo Nugroho/@Sutopo_PN)

maiwanews – Gempa dan Tsunami melanda dua kota di Indonesia, Palu dan Donggala, menyapu bangunan-bangunan dan menghancurkan jembatan besar, para korban terhalang oleh jalan rusak dan terputusnya komunikasi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan 384 orang tewas di kota Palu. Sutopo sebelumnya mengatakan nasib puluhan hingga ratusan orang dalam festival pantai di Palu ketika tsunami melanda tidak diketahui.

Tsunami setinggi 3 meter (10 kaki) dipicu oleh gempa berkekuatan 7,4 SR dan menabrak dua kota dan beberapa pemukiman pada sore hari Jumat.

Palu, berpenduduk lebih dari 380.000 orang, dipenuhi puing-puing dari reruntuhan bangunan. Sebuah masjid rusak parah akibat gempa itu setengah tenggelam. Jenazah sebagian tertutup oleh terpal dan seorang pria membawa mayat seorang anak melalui reruntuhan.

Sebuah rekaman video amatir beredar, menampilkan gelombang kuat memukul Palu, dengan orang-orang berteriak dan berlari ketakutan. Air menabrak bangunan dan masjid. Komunikasi dengan daerah itu sulit karena aliran listrik dan telekomunikasi terputus, menghambat upaya pencarian dan penyelamatan.

Sutopo mengatakan bahwa pesawat penting dapat mendarat di bandara udara meskipun pengawas navigasi pesawat (AirNav), mengatakan landasan pacu retak dan menara kontrol rusak.

AirNav mengatakan salah seorang pengendali lalu lintas udara, berusia 21 tahun, tewas dalam gempa setelah berada di menara untuk memastikan penerbangan sebuah pesawat.

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Jumat malam, mengatakan telah menginstruksikan Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H. untuk mengoordinasikan tanggapan pemerintah terhadap gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa Stephane Dujarric mengatakan bahwa pejabat Amerika Serikat (AS) melakukan kontak dengan pihak berwenang Indonesia dan siap memberikan dukungan. (BBG direct/VoA)