Gempa dan Tsunami Donggala dan Palu, Ketua DPR Sampaikan Belasungkawa

Lokasi episenter gempabumi di Donggala, Sulawesi Tengah. (Gambar: BMKG)

maiwanews – Ketua Dewan Perwakilan Rakwyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) Sabu 29 September dalam rilisnya menyatakan prihatin dan menyampaikan ucapan belasungkawa atas terjadinya gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Bamsoet juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan beredarnya berita hoaks pasca gempa.

Bamsoet berharap proses penanganan pasca bencana dilakukan secara cepat dan masif. Bantuan untuk korban selamat harus diprioritaskan. Ia jgua meminta pihak terkait, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) untuk saling bersinergi guna memberikan bantuan sesegera mungkin. Baik berupa bantuan kesehatan, pangan, pakaian, dan kebutuhan lainnya, serta memperhitungkan kerugian akibat gempa.

Kepada Kementerian Sosial (Kemensos), Bamsoet meminta untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk memobilisasi pemberian bantuan kemanusiaan. Kebutuhan masyarakat Donggala dan Palu terdampak gempa serta tsunami diharapkan dapat disalurkan tepat sasaran sesuai dengan kondisi.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diharapkan segera mendirikan posko siaga kesehatan, menyediakan obat-obatan dan tenaga kesehatan guna menolong para korban dan pengungsi.

Mengenai proses mitigasi, Bamsoet mengharapkan listrik dan jaringan komunikasi segera dipulihkan setelah terputus. PLN dan penyedia jasa telekomunikasi diminta segera memperbaiki jaringan listrik dan komunikasi.

Gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) berpusat di Donggala, Sulawesi Tengah, terjadi pada pukul 17.02 WIB atau 18.02 WITA, Jumat (28/9/2018). Gempa tersebut memicu terjadinya tsunami di Palu dan Donggala. Hingga Jumat tengah malam telah terjadi puluhan gempa susulan.

Terkait kejadian tsunami di Palu dan Mamuju, Dwikorita Karnawati di Kantor Geofisika Yogyakarta 29 September mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengelurkan peringatan dini tsunami sebelumnya berdasarkan hasil permodelan tsunami dengan level tertinggi siaga (0.5m-3m) di Palu dengan prakiraan waktu tiba tsunami pukul 17.22 WIB.

Gempa dirasakan di Donggala VII-VIII MMI, Palu, Mapaga VI-VII MMI, Gorontalo dan Poso III-IV MMI, Majene dan Soroako III MMI, Kendari, Kolaka, Konawe Utara, Bone, Sengkang, Kaltim dan Kaltara II – III MMI, Makassar, Gowa, dan Toraja II MMI. (BMKG/DPR/eps/sf)