Habib Rizieq Tersangka Kasus Dugaan Penistaan Pancasila

maiwanews – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) menetapkan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan Pancasila Senin 30 Januari. Statusnya dinaikkan menjadi tersangka setelah dilakukan gelar perkara ketiga.

Usai 7 jam gelar perkara, Habib Rizieq juga ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik Presiden Republik Indonesia (RI) pertama, Ir. Soekarno. Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus. Ia menjelaskan bahwa hasil gelar perkara menunjukkan sudah memenuhi unsur pidana.

Pemeriksaan terhadap Habib Rizieq dilakukan setelah mendapat laporan dari Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme, Sukmawati Sukarnoputri. Putri proklamator tersebut melaporkan Habib Rizieq dengan laporan bernomor LP/1077/X/2016/Bareskrim.

Dikatakan bahwa Habib Rizieq dalam sebuah kesempatan di Lapangan Gasibu Bandung 2011 mengatakan Pancasila Sukarno Ketuhan ada di pantat, dan Pancasila Piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala.

Polisi menjerat Habib Rizieq berdasarkan alat bukti berupa video rekamanan. Hasil penelitian oleh tim Labfor Mabes Polri menyatakan rekaman tersebut asli, bukan rekayasa. Polisi juga telah memperoleh keterangan saksi-saksi dari beberapa ahli.

Kombes Yusri mengatakan kemungkinan minggu ini dilakukan pemanggilan terhadap Habib Rizieq dan dijerat dengan pasal 164a tentang penistaan lambang negara (Pancasila) dan Pasal 320 KUHP tentang pencemaran nama baik. Namun karena kedua pasal tersebut ancaman hukumannya di bawah 5 tahun, maka tidak dilakukan penahanan. (m002)