maiwanews latar
maiwanews tulisan


Harga Cabe di Tuban Jeblok Hingga Rp. 1.700/Kg

Tuban – Pedasnya rasa cabe ternyata sepedas nasib petani yang menanamnya. Di saat panen raya berlangsung di wilayah Kabupaten Tuban, harga cabe jatuh hingga Rp 1.700/Kg padahal sebulan sebelumnya bertengger pada harga Rp 15.000/Kg.
PETANI MEMANEN CABE DI LADNGAkibat rontoknya harga komoditas kebutuhan dapur itu, kini petani di Tuban frustasi.

Mereka membiarkan cabenya mengering di ladang, sambil menunggu harga merangkak naik.

Sementara sentra cabe Tuban yang kini mulai panen, diantaranya, di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Merakurak, Kerek, Montong, Semanding, Grabagan, Soko, Tambakboyo dan Parengan.

Petani cabe di wilayah ini kecewa setelah harga cabe ditingkat petani saban hari cenderung turun.

Sejumlah petani yang menyebutkan, mereka tidak bisa berbuat apa-apa setelah pedagang hanya membeli hasil panenan mereka rata-rata berkisar Rp 1.700/Kg. Ini tak sebanding dengan biaya produksi yang mereka keluarkan. Ulah pedagang yang membeli cabe langsung di ladang dengan harga tersebut, petani makin nelangsa. Bahkan, sebagian besar mengambil sikap membiarkan cabenya mengering di ladang.

“Biar saja cabe ini kering di sawah, daripada terus merugi karena harganya jelek. Siapa tahu nanti tiba-tiba harga naik, sehingga kita masih bisa menjual cabe kering,” kata Suwarno, 55, Kamis (6/5/2010) di samping sejumlah petani yang ditemui di Desa Boto, Kecamatan Merakurak.

Kondisi serupa dilakukan para petani di Desa Sugiharjo, Merakurak, Desa Dahor dan Ngandong, Kecamatan Grabagan, Desa Mliwang, Kerek dan sejumlah petani lain asal Soko dan Parengan yang ditemui secara terpisah. Mereka seakan sepakat membiarkan cabenya kering di sawah.

Mereka mengungkapkan, pada dua bulan sebelum masa panen tiba harga cabe di tingkat petani masih pada kisaran angka Rp Rp 8.000/Kg.

“Kalau ada petani yang saat ini menjual cabe dari ladangnya, berarti memang sudah benar-benar kepepet duit,” ungkap Sarkan, 49, petani yang ditemui di sawah di Desa Dahor, Kecamatan Grabagan. Ia terlihat bersama istri dan anaknya, tengah memetik cabe yang sudah benar-benar berwarna merah karena usia.

Sejumlah petani cabe di Desa Sugiharjo, Merakurak menyatakan, perawatan cabe dari tanam hingga siap panen membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terlebih rata-rata cabe di Tuban ditanam di area kering, sehingga membutuhkan air dengan cara menyedot dari sumber air dengan mesin desel.

Jika dirata-rata, saban hari butuh waktu 5 jam untuk mengairi lahan cabe seluas 1 hektar. Dengan mesin desel 12 PK, setidaknya petani harus mengeluarkan solar 20 liter.

“Kalau harga solarnya rata-rata Rp 4.500 seliter tiap hari, bisa dikalikan sendiri berapa biaya yang dikeluarkan petani. Makanya ketika harga cabe jatuh petani benar-benar menderita,” ujar Saekan.

Selain itu, ungkap sejumlah petani, minimal petani cabe mengeluarkan biaya Rp 10 juta hingga Rp 15 juta/hektar untuk sekali musim. Itu belum termasuk tenaga kerja yang jarang dihitung.

Sehingga harusnya harga cabe minimal di tingkat petani sebesar Rp 10.000/Kg.

Artikel Lainnya:

  1. Akibat Cuaca Buruk Harga Sembako Naik
  2. Petani Tuban Belum Nikmati HPP Gabah
  3. Harga Terus Merosot Petani Bojonegoro Pilih tak Jual Gabah
  4. Akibat Hujan di Tuban: Harga Gabah Anjlok, Beras Stabil
  5. Fatwa Haram Merokok tak Pengaruhi Petani Tembakau

Beri Komentar

*
Hosting Gratis
BERITA TERBARU

Gelar Pahlawan Untuk Soeharto Dinilai Sah
maiwanews - Mantan Presiden Indonesia, Soeharto, dinilai layak mendapat gelar sebagai pahlawan nasional. Mahkamah Konstitusi (MK) dalam uji materi 9

Nampaknya Ical Sudah Menemukan Sosok Cawapres
maiwanews - Dalam seminar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012, Ketua Umum DPP

Lawan Persema, Persebaya Tampil Tanpa Andik
maiwanews - Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat saat menjamu Persema Malang Minggu 12 Fembruari 2012 nanti. Pada pertandingan Indonesia Premier

Indonesia Akan Beli 8 Helikopter Serang Apache
maiwanews -Pemerintah Indonesia terus melakukan penguatan sistem persenjataan yang dimiliki TNI. Setelah mewacanakan akan membeli 100 buah tank berat

Dana Pembelian Pesawat Kepresidenan Dari APBN
maiwanews - Sekertaris Kementerian Sekretaris Negara (Sesmensetneg), Lambock V. Nahattands, Kamis 9 Februari 2012 di Jakarta menegaskan dana

Pungli dan Korupsi Gerogoti Sektor Industri
maiwanews - Ekonomi Indonesia saat ini tumbuh dengan biaya tinggi, karenanya tidak memberi dampak signifikan bagi rakyat. Tingginya biaya ekonomi

Kasus Rawa Tripa, WALHI Siapkan Saksi Ahli
maiwanews - Dalam sidang gugatan WALHI Aceh terhadap Gubernur Aceh atas penerbitan surat izin pembukaan lahan di Rawa Tripa Rabu 8 Februari 2012 di

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

09/02/12 - 14:21

09/02/12 - 13:56

08/02/12 - 14:26

08/02/12 - 13:56

08/02/12 - 11:02

08/02/12 - 10:44

08/02/12 - 10:39

08/02/12 - 08:55

08/02/12 - 08:25

07/02/12 - 03:55

07/02/12 - 01:12

06/02/12 - 16:17

06/02/12 - 12:36

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 56 kali

dibaca 56 kali

dibaca 53 kali

dibaca 51 kali

dibaca 49 kali

free counters