maiwanews latar
maiwanews tulisan


Indonesia Deportasi 19 Pekerja Asing

JakartaPemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan (Ditjen PPK) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) telah mendeportasi 19 pekerja asing.

Ke-19 pekerja asing yang dideportasi tersebut bekerja di sektor hiburan, perbankan dan manufaktur. Mereka terbukti telah melakukan pelanggaran yakni penyalahgunaan visa kunjungan dengan bekerja dan melakukan pelanggaran norma ketenagakerjaan.

Akibat perbuatan melanggar norma ketenagakerjaan tersebut, “pada akhirnya tenaga kerja dalam negeri kita yang dirugikan,” kata Dirjen PPK I Gusti Made Arka, di kantor Kemenakertrans Kalibata, Senin15 Maret 2010.

Pelaksanaan ACFTA (Asean China Free Trade Aggreement) yang mulai diberlakukan Januari tahun ini, mengakibatkan maraknya tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. Hal ini akan memunculkan kemungkinan banyaknya penyalahgunaan visa kunjungan untuk keperluan kerja.

Oleh karena itu Ditjen PPK  melakukan koordinasi dengan setiap Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di seluruh daerah di Indonesia untuk mengintensifkan pemantauan terutama di beberapa kawasan yang dianggap rawan.

Menurut Dirjen PPK, beberapa kota seperti Batam, Jabodetabek, Kalimantan, Sumatera Utara, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, dapat menjadi pintu masuk mereka. Sementara itu, secara sektoral kami perlu mencermati sektor tambang.

Pengawasan ini tidak dimaksudkan untuk menghambat investasi sebagaimana ditakutkan oleh sebagian pengusaha. “Justru kita membantu perusahaan menjalankan usahanya dengan benar. Jika semuanya dijalankan dengan benar, tidak perlu takut. Pelanggaran seperti 19 TKA diatas tidak perlu terjadi. Seharusnya setiap perusahaan benar-benar mematuhi ketentuan ini,” kata Dirjen PPK.

Selain itu, Ditjen PPK juga telah melakukan tindakan tegas terhadap 2 perusahaan yang dari hasil penyelidikan terbukti melakukan pelanggaran terhadap norma ketenagakerjaan. Kedua perusahaan yang beroperasi di Sumatera Utara tersebut sekarang harus berurusan dengan pengadilan. “Seorang pengusaha dari kedua perusahaan tersebut melarikan diri ke Malaysia untuk menghindari proses hukum, “katanya.

Artikel Lainnya:

  1. Modal Asing Masuk ke Indonesia Rp115 Triliun Lebih
  2. Serikat Pekerja BUMN Desak SBY Copot Said Didu
  3. Rusuh Batam Dipicu Ejekan SARA Seorang Manager Asing
  4. Persh. Listrik Asing Bisa Punya Kuasa Pertambangan Batubara, PLN Tidak
  5. Agung: 6 Juta Pekerja Migran Internasional dari Indonesia

Beri Komentar

*
Hosting Gratis
BERITA TERBARU

Sinopsis Film #Republik Twitter
maiwanews - Di Twitter, Sukmo (Abimana Arya) adalah seorang cowok yang asik, cerdas dan penuh kepercayaan diri. Dia tampak ganteng di timeline

Nazaruddin: Saya Telat Karena Tadi Harus Dipijat Dulu
maiwanews - Sidang lanjutan kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games, Jakabaring, Palembang, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu,

Hatta Ali Terpilih Jadi Ketua Mahkamah Agung (MA)
maiwanews - Ketua Muda Pengawasan Hatta Ali akhirnya terpilih sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) setelah mengalahkan saingan terkuatnya, Ahmad Kamil.

13 PATI TNI Dapat Bintang Kehormatan
maiwanews - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., sematkan bintang kehormatan kepada 13 orang Perwira Tinggi (PATI). Dalam laman resmi TNI

Penundaan Izin Baru Minimarket di Jakarta Dicabut
maiwanews - Dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat Jakarta yang makin padat untuk membeli kebutuhan sehari-hari, Instruksi Gubernur (Ingub) DKI

Kerangka Timnas Pra Piala Dunia Terbentuk
maiwanews - Kerangka Tim Nasional (Timnas) untuk pertandingan Pra Piala Dunia sudah terbentuk. Penanggung jawab timnas Bernhard Limbong di Jakarta

Indonesia-Rusia Sepakat Bangun Rel Kereta di Kaltim
maiwanews - Pemerintah Indonesia dan Rusia menandatangani kesepakatan pembangunan rel kereta api di Kalimantan Timur. Penandatanganan Memorandum of

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

07/02/12 - 03:55

07/02/12 - 01:12

06/02/12 - 16:17

06/02/12 - 12:36

06/02/12 - 12:20

06/02/12 - 11:34

06/02/12 - 05:19

05/02/12 - 14:28

05/02/12 - 12:24

05/02/12 - 12:06

05/02/12 - 09:12

05/02/12 - 06:40

05/02/12 - 06:18

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 51 kali

dibaca 50 kali

dibaca 49 kali

dibaca 48 kali

dibaca 43 kali

free counters