Iran Gelar Latihan Militer Setelah Amerika Jatuhkan Sanksi

Ilustrasi, Rudal Fateh diluncurkan di Semnan, Iran tengah, 3 Juli 2012. (Foto: Times Asi)

maiwanews – Republik islam Iran menggelar latihan militer, Pemimpin tertinggi Garda Revolusi Iran Sabtu 4 Februari mengatakan negara tersebut melakukan latihan rudal dan radar. Latihan digelar sehari setelah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran.

Pemerintahan Presiden Donald Trump menjatuhkan sanksi Jum’at 3 Februari setelah Iran melakukan uji coba rudal balistik pekan lalu.

Statsiun televisi milik pemerintah Iran dalam laporannya mengatakan angkatan udara Garda Revolusi melakukan latihan pertahanan udara hari Sabtu 4 Februari. Dalam latihan militer tersebut juga dilakukan uji coba rudal dan radar di wilayah dengan area 35 ribu kilometer persegi di provinsi Semnan, Iran utara.

Dilaporkan pula bahwa wakil presiden Iran Eshaq Jahangiri mengecam tuduhan Amerika terhadap Iran. Menteri Pertahanan (Menhan) AS James Mattis menuding Iran sebagai negara sponsor tunggal terbesar bagi terorisme dunia. Hal itu disampaikan Menhan Mattis saat berkunjung ke Jepang Jum’at 3 Februari.

Amerika juga mengirim kapal perang USS Cole ke wilayah Yaman, negeri itu sedang bergolak oleh perang saudara. Salah satu pihak bertikai di Yaman, kelompok Houthi, oleh Amerika dituding didukung oleh Iran. Namun tudingan tersebut telah dibantah pejabat Iran.

USS Cole diposisikan di selat Bab al-Mandeb yang strategis, di lepas pantai Yaman. Selain itu Amerika juga mengirim dua kapal pendarat amfibi USS Comstock dan USS Makin Island, keduanya berada di Teluk Aden tidak jauh dari Yaman. (VoA/ka)