maiwanews logo maiwanews
Selasa, 6 September 2011
aso


Isu Global Pengaruhi Keamanan Kawasan

agus-hartonoJakarta, maiwanews – Perkembangan global saat ini membawa isu-isu antara lain demokratisasi, Hak Asasi Manusia (HAM), Lingkungan Hidup, Kelangkaan Energi, Terorisme, Krisis Ekonomi Dunia, dan Pemanasan Global.

Berbagai isu global tersebut berpengaruh terhadap situasi keamanan di beberapa kawasan dunia dan bisa mengakibatkan ketidakstabilan keamanan kawasan. Demikian disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. pada ceramah di hadapan peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLVI Lemhannas RI tentang Kebijakan dan Strategi Tentara Nasional Indonesia Dalam Perspektif Penggunaan Kekuatan Guna Menjamin Kedaulatan Hukum di Wilayah Yurisdiksi Nasional dalam rangka Ketahanan Nasional.

Dalam ceramahnya di gedung Pancagatra Lemhannas RI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin 5 September 2011 tersebut panglima mengungkapkan bahwa jika kita mencermati kecenderungan perkembangan lingkungan strategis global, regional dan nasional dapat ditarik analisa, ancaman keamanan yang bersifat potensial meliputi pemanasan global, berbagai macam pelanggaran di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), krisis finansial, Cyber Crime, dan agresi militer asing.

Sementara ancaman faktual yang merupakan ancaman nyata yang didasari pada fakta-fakta peristiwa yang telah dan masih terjadi hingga saat ini, dan bahkan dapat menjadi kemungkinan kontijensi terjadi pelanggaran wilayah laut, darat dan udara, gerakan separatis dan aksi terorisme.

Terkait dasar dan pedoman TNI dalam melaksanakan tugas pokoknya, panglima menjelaskan TNI senantiasa berlandaskan pada Pasal 30 UUD 1945 tentang Sistem Pertahanan Negara yaitu Sishankamrata. TNI sebagai komponen utama dibantu komponen cadangan dan komponen pendukung.

Kedepannya, kebijakan penggunaan TNI adalah dengan mengedepankan keterpaduan Trimatra dalam rangka melaksanakan Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Sementara itu, dalam rangka tugas perdamaian dunia dilakukan sesuai dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia dan ketentuan hukum yang berlaku.

Guna mencapai kebijakan tersebut dirumuskan dua strategi yang meliputi strategi dalam melaksanakan tugas OMP dan tugas OMSP. Penyelenggaraan operasi militer untuk perang dirumuskan dalam bentuk Strategi Pertahanan Nusantara (SPN) yaitu Strategi Pertahanan yang bersifat semesta yang memadukan unsur-unsur kekuatan TNI dan seluruh sumber daya nasional dalam rangka menegakkan kedaulatan negara serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Sementara itu, strategi penyelenggaraan operasi militer selain perang dirumuskan dalam bentuk operasi yang dilaksanakan oleh TNI maupun dilaksanakan oleh institusi lain yang dibantu oleh TNI. Penggunaan kekuatan TNI dalam OMSP memadukan unsur-unsur kekuatan TNI dan seluruh sumber daya nasional dalam rangka mengatasi gangguan dan ancaman yang mengancam kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Pengerahan kekuatan TNI dalam OMSP menggunakan kekuatan terpusat dan/atau kekuatan kewilayahan terdiri atas satu Matra atau lebih yang dilaksanakan secara efektif dan efisien, disesuaikan dengan bentuk, sifat dan macam operasi serta tingkat permasalahan yang dihadapi.

PPRA XLVI Lemhannas RI tahun 2011 diikuti oleh 98 orang terdiri dari: TNI AD 12 orang, TNI AL 11 orang, TNI AU 9 orang, Polri 20 orang, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian 10 orang, Ombudsman 1 orang, Kejaksaan Agung 1 orang, Bank Indonesia 1 orang, Pemerintah Provinsi 2 orang, Perguruan Tinggi Negeri/ Kopertis 6 orang, Parpol 2 orang, Kadin Indonesia 1 orang, Ormas 8 orang dan Tokoh Masyarakat 1 orang serta Negara Sahabat 13 orang. (TNI/aso)


ARTIKEL LAINNYA

Hanura Usul Revolusi Mental Jadi Gerakan Nasional
Pertumbuhan Ekonomi Global Beresiko Rendah dan Tidak Merata
KPH Prengan Kembangkan Rusa Timor
SBY Juga Hadiahi Pengungsi Beasiswa dan Penghapusan Bunga Bank
Gejala Penyakit Jantung
Mengenali Gejala Kanker Otak
SI Gelar Khitanan Massal Gratis
BPK: Terdapat Penyimpangan Dalam Kasus Century

Politik Uang Suburkan Korupsi

cover2 300



free counters