Jiono Bangga Disebut Menhut Relawan Konservasi Alam
Bapak dua anak ini kaget bercampur gembira tiba-tiba mendapat panggilan bela negara saat Kementerian Kehutanan RI memanggilnya ke Jakarta. “Saya pikir hanya kantor Perum Perhutani Unit II saja yang telah memanggilnya,” akunya Jiono, Sabtu, (04/09).
Dia berpikir predikat sebagai Terbaik I se-Unit pada Perum Perhutani Unit II tidak berlanjut hingga ke Jakarta. Ini di mendapat anugerah se-Jawa Timur dala kategori Polhut sebagai Implementator PHBM.
“Lha koq masih diminta mengadiri acara itu ke Jakarta. Tapi bukan berarti keberhasilan saya ini tanpa dukungan semua teman-teman di kantor dan di lapangan hingga pimpinan dan itu mustahil,” ungkapnya.
Ketika dia hadir dalam acara Kementerian Kehutanan c.q Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan menyelenggarakan Temu Karya dan Sarasehan Pemenang Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Tahun 2010, pada 14-19 Agustus 2010, bertempat di Hotel Orchardz, Gunung Sahari, Jakarta.
Dia mengaku seluruh badannya terasa lemas semua karena takut jika saat maju ke depan podium ditanya sesuatu oleh Menhut RI ini, tapi dia tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut.
Peserta berjumlah 242 orang yang terdiri dari para pemenang terbaik Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam yang berasal dari 33 Provinsi dan Perum Perhutani ini malahan membuta jantungnya berdebar cukup kuat.
Temu Karya yang diselenggarakan dalam upaya mengembangkan motivasi dan menguatkan komitmen masyarakat dalam kegiatan pembangunan kehutanan khususnya penghijauan dan konservasi alam tersebut, mengambil tema “Sejahtera Masyarakatku, Lestari Hutanku, Hijau Negeriku”.
Pesan-pesan Menhut hingga kini masih terngiang ditelinganya, bahkan dia masih bisa menirukannya. “Inilah wujud upaya pemerintah melayani dan memerhatikan kepentingan rakyat,” sebut Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan menyambut acara itu.
Teman-teman ini, kata Zulkifli .adalah pejuang lingkungan di daerah. Mereka melestarikan kawasan, memberikan penyuluhan, melakukan pengamanan hutan, dengan menanam berbagai jenis tanaman.
Hingga yang ke dua kata-katanya ini, pria lulusan Sekolah Menengah Tehnik di Bojonegoro tahun 1994. Bahkan program yang akan datang kata-kata itu jelas sekali. Initinya Bapak Menhut ini mengatakan tidak puas dengan itu, pada 2010, Menteri Kehutanan meluncurkan program monumental yakni, gerakan menanam satu miliar pohon atau One Billion Indonesia Trees (OBIT).
Aktivitas ini kemudian dilambari dengan pembangunan Kebun Bibit Rakyat (KBR). Tidak tanggung-tanggung. Gerakan ini digalakkan di delapan ribu desa.
“Tahun ini, intensitasnya harus lebih sering lagi. Setiap orang harus menanam satu pohon setiap bulan, selama rentang waktu hingga satu tahun. Penyuluh kehutanan adalah agen perubahan ke arah yang lebih baik dan positif dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan,” papar mantan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Menteri Kehutanan juga menaruh perhartian khusus untuk kegiatan konservasi sumberdaya alam. Konservasi sumber daya alam, katanya, adalah kegiatan yang lebih preventif. Karena itu, ia membutuhkan relawan andal, di antaranya kader konservasi alam (KKA). Juga kelompok pencinta alam (KPA). Syaratnya, kedua elemen tersebut harus mempunyai kepedulian dan dedikasi yang tinggi dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Bersama Polisi Kehutanan, mereka harus saling bahu-membahu dengan Penyidik Pegawai Negeri sipil (PPNS).
Pesan inilah saya membuat darah ini kian semangat “Saya berharap para relawan ini bisa saling bersinergi untuk mengawal dan menjagakawasan konservasi. Mereka memang harus punya sarana yang cukup. Tujuannya supaya bisa menjaga hutan dengan sebaik-baiknya. Bagaimana mereka bisa menjaga hutan dengan baik kalau penghasilannya saja tidak cukup. Mereka menjadi mediator program yang dilaksanakan pemerintah dan masyarakat,” ucapnya.
Tidak hanya meminta, Menhut Zulkifli Hasan juga sempat mengadakan interaksi serius dengan para pemenang lencana Wahana Lestari. Para pemenang, misalnya, meminta pemerintah meningkatkan kesejahteraan dan sarana serta prasarana yang lebih representatif. Terhadap permintaan itu, Zulkifli berjanji menaikkan pendapatan mereka. “Pesan inilah yang dikala saya tidur masih terngiang betul janji tersebut. Ya apalagi harapan saya yang terakhir. Statusku hingga kini masih di level Pasukan Reaksi Cepat (PP),” katanya.
Pria yang menikahi Sujinah ini, (29), wanita asal Desa, Suciharjo, Kecamatan Parengan sempat menceritakan bahwa dia bekerja keras di Perum Perhutani sejak tahun1988 sebagai pekerja lepas bagian Pembantu Mandor Tanam pada Perum Perhutani KPH Parengan. Kemudian tahun 1999 sampai tahun 2000 dia ditugaskan sebagai Penjaga Tebangan. Lalu pada tahun 2001 barulah dia mendapat SK masuk Perum Perhutani KPH Parengan sebagai anggota Parmas dengan status PKWT.
“Barulah pada tahun 2007 saya mendapat SK lagi sebagai anggota Polisi Hutan Mobil pada KPH Parengan,” kata laki-laki kelahiran Desa Cengkong, Parengan- Tuban inimengakhiri ceritanya kepada Bina. memet
Artikel Lainnya:
- KPH Parengan Jalin Silaturahim dengan Bersepeda Santai
- KPH Kebonharjo Uji Coba Stek Pucuk Jati Plus
- Empat Adm Perhutani Sepakati MOU Soal Hukum Dg Kejari
- Menhut: Cabut Izin HTI RAPP untuk Selamatkan Hutan Riau
- Kesepakatan Pengalihan Utang untuk Konservasi Alam antara AS-Indonesia untuk Selamatkan Hutan di Sumatra






[...] Jiono Bangga Disebut Menhut Relawan Konservasi Alam [...]
Polhut (Polisi Hutan) ini adalah bentukan pasukan BUMN dari Perum Perhutani. Jadi soal Illegal Logging di Ketapang itu wewenangnya Polri. Dan Perhutani hanyalah mengelola hutan produksi kayu jati di Pulau Jawa saja.