Jokowi Siap Atur Waktu Jika Ada Permintaan untuk Bertemu

Presiden Joko Widodo dan Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto:
U.S. Department of State)

maiwanews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan akan mengatur waktu jika ada permintaan untuk bertemu. Pernyataan itu disampaikan menanggapi pertanyaan wartawan usai membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia Tahun 2017, di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Kamis 2 Februari.

Peluang pertemuan Presiden Jokowi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi pembicaraan setelah Presiden ke-6 tersebut menyatakan keinginan bertemu Presiden Jokowi untuk mengklarifikasi berbagai tudingan terhadap dirinya. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di Wisma Proklamasi Jakarta Rabu 1 Februari. SBY berjanji akan bicara blak-blakan jika diberi kesempatan bertemu Presiden Jokowi.

Konferensi pers SBY tersebut untuk membantah tudingan bahwa dirinya meminta Ketua MUI Ma’ruf Amin mengeluarkan fatwa terkait kasus dugaan penistaan agama oleh gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ia juga dalam konferensi pers itu mempertanyakan penyadapan pembicaraan teleponnya. Ini merupakan kelanjutan kontroversi sidang Gubernur DKI non aktif Ahok Selasa 31 Januari lalu.

SBY melalui konferensi pers tersebut menyampaikan keinginan bertemu Presiden Jokowi. Ia merasa dituduh terlibat aksi damai 4 November 2016, upaya makar, dan tuduhan lainnya. SBY mengaku telah berupaya menemui Presiden Jokowi, tetapi dicegah orang tertentu di lingkaran presiden.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung di Jakarta Rabu 1 Februari membantah niat SBY bertemu presiden dihalangi, ia mengemukakan dirinya akan mengkomunikasikan jika ingin bertemu. “Apalagi Pak SBY ini kan beliau pernah menjadi Presiden ke-6. Tentunya kalau beliau memang mengingkan untuk bertemu dengan Presiden dan ada permintaan, nanti akan kami komunikasikan kepada Presiden Jokowi”, kata Pramono. (VoA/Setkab/DND/JAY/ES)