Kabinet Spanyol Gelar Rapat Darurat Bahas Catalonia Merdeka

Carles Puigdemont i Casamajo (Foto: Generalitat de Catalunya)

maiwanews – Kabinet Spanyol menggelar rapat darurat Sabtu 21 Oktober untuk membahas upaya Catalonia merdeka dari negeri Matador tersebut. Catalonia sedang dilanda krisis politik akibat upaya pemisahan diri Catalonia dari daerah semi-otonom. Sebelumnya, Kamis 19 Oktober pemerintah Spanyol berencana melucuti otonomi Catalonia setelah pemimpin daerah itu bertekad akan melanjutkan langkah-langkah menuju kemerdekaan.

Kantor Perdana Menteri (PM) Mariano Rajoy dalam pernyataannya menyebutkan rapat kabinet hari Sabtu 21 Oktober direncanakan untuk mengaktifkan Pasal 155 Konstitusi Spanyol. Pasal tersebut memberi kewenangan bagi pemerintah untuk mencabut sebagian atau seluruh otonomi Catalonia. Upaya pemerintah Spanyol mengambil alih pemerintahan atas Catalonia mendapat dukungan termasuk dari partai-partai oposisi.

PM Rajoy juga memberi tenggat Kamis pagi lalu bagi pemimpin Catalonia, Puidgemont, untuk mengklarifikasi apakah ia benar-benar telah mendeklarasikan kemerdekaan setelah referendum awal bulan ini.

Sementara pemimpin Catalonia Carles Puidgemont meminta pemerintah Spanyol untuk terliba dalam dialog dan menghentikan ancaman untuk melucuti otonomi Catalonia. Jika tuntutan tidak dipenuhi, menyatakan parlemen Catalonia akan melanjutkan rencana pemungutan suara terkait kemerdekaan Catalonia.

Puidgemont mendeklarasikan kemerdekaan simbolis dalam pidato di parlemen Wilayah Catalan di Barcelona Spanyol 10 Oktober lalu, namun ia memutuskan untuk menangguhkan langkah-langkah resmi agar dapat berdialog dengan pemerintah di Madrid. Puigdemont juga mengatakan Catalonia (Catalan/Catalunya) berhak untuk merdeka.

Pemerintah Rajoy menyebut referendum itu ilegal, Menteri Kebudayaan Spanyol Jumat 29 September lalu mengatakan referendum kemerdekaan Catalonia melanggar undang-undang Spanyol dan pemerintah tidak akan menerima hasil referendum tersebut. (VoA/uh)