Kapal Induk Amerika Patroli di Laut China Selatan

Kapal Induk USS Carl Vinson (CVN 70) di Samudera Pasifik 17 Juli 2016. (Foto: U.S. Navy / 2nd Class D’Andre L. Roden)

maiwanews – Kapal induk Amerika Serikat (AS) mulai melakukan patroli di Laut China Selatan, demikian diumumkan Angkatan Laut (AL) Amerika Sabtu 18 Februari sebagaimana dikutip VoA Minggu 19 Februari. Kapal induk kelas Nimitz berada di wilayah sengketa tersebut meski Rabu 15 Februari China telah memperingatkan agar jangan mengganggu kedaulatannya di wilayah tersebut.

Sabtu 4 Februari lalu juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Lu Kang menyatakan, Amerika membuat stabilitas di wilayah Asia Timur berisiko. Pernyataan itu sebgai tanggapan atas komitmen Amerika mempertahankan wilayah Jepang sebagaimana disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika James Mattis. Lu Kang menegaskan kepemilikan negaranya atas pulau Diaoyu, di Jepang pulau tersebut disebut Senkaku.

Selasa 24 Januari lalu pihak Kemlu China menegaskan kedaulatan negerinya di kawasan Laut China Selatan, China tidak akan mundur dari klaimnya, dan Amerika tidak terlibat dalam masalah tersebut.

Negeri Tirai Bambu (Julukan China) mengklaim hampir keseluruhan Wilayah Laut China Selatan, meski beberapa negara termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Kamboja, Singapura, Brunei, Thailand, Vietnam, Jepang, dan Taiwan. (*)