KBRI Islamabad Berupaya Amankan Pasar Sawit Indonesia di Pakistan

maiwanews – Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Islamabad Pakistan tengah berupaya mengamankan pangsa pasar sawit. Langkah ini perlu diambil sebagai antisipasi upaya Pakistan menggodok langkah penerapan hambatan non tarif pada sawit dimana produk ini merupakan salah satu unggulan Indonesia.

Sebagai upaya memperkecil defisit perdagangan dengan Indonesia, Pakistan tengah mempertimbangkan rencana penerapan hambatan non tarif (non tariff measures/NTMs) bagi produk sawit. Pakistan berdalih Indonesia melakukan hal serupa terhadap produk unggulan Pakistan. Pada saat bersamaan, Malaysia sedang mengkaji ulang Perjanjian Perdagangan Bebasnya dengan Pakistan, kemungkinan tarif impor minyak sawit asal Malaysia akan diturunkan.

Untuk mengantisipasi ancaman terhadap pasar sawit Indonesia di Pakistan, Januari 2017 Dubes RI Islamabad, Iwan Suyudhie Amri, menemui pihak-pihak bekompeten di Indonesia, diantaranya adalah Wamenlu, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional (PPI), Kementerian Perdagangan, Ketua Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit, dan para wakil asosiasi pelaku usaha sawit Indonesia.

Semua pihak sepakat bahwa penting untuk menjaga dan meningkatkan posisi minyak sawit Indonesia di Pakistan. Dirjen PPI menyatakan akan mengirim pejabat senior pada Pakistan Edible Oil Conference (PEOC) di Karachi 21 Januari. Dirjen PPI juga akan memimpin langsung Delegasi Republi Indonesia (DELRI) melakukan Pertemuan ke-2 Review Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA) di Islamabad Pakistan pada pertengahan Februari.

Selain melalui berbagai lobi, langkah mengamankan pasar sawit Indonesia di Pakistan juga dilakukan dengan membuka kantor perwakilan sawit Indonesia di Pakistan, membangun tempat penampungan (storage) di Karachi, membentuk Indonesia-Pakistan Palm Oil Friendship, menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR). (m013/Kemlu)