maiwanews latar
maiwanews tulisan


Misteri Rekaman Ary-Ade

Kejagung: Hendarman Sebut Ada Pembicaraan, Bukan Rekaman

Hendarman Supanjimaiwanews – Kejaksaan Agung membantah jika Jaksa Agung Hendarman Supandji pernah menyebut ada rekaman pembicaraan Deputi Direktur Penindakan KPK Ade Rahardja dan Ary Muladi di depan Komisi III DPR RI.

“Saya baca transkrip pertemuan DPR dengan Jaksa Agung. Tidak benar Jaksa Agung membocorkan adanya rekaman,” kata Babul Khoir Harahap, di Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Agustus 2010.

Menurut Kapuspenkum Kejaksaan Agung itu, Jaksa Agung Hendarman Supanji ketika itu hanya menuturkan adanya bukti pembicaraan antara tersangka dugaan penyuapan pimpinan KPK Ary Muladi dan Ade Raharja.

Itupun lanjut Kapunpeskum, Kejaksaan Agung mendapat informasi tentang keberadaan kontak pembicaraan antara Ade Rahardja dan Ary Muladi tersebut hanya dari BAP polisi.

Namun pihak Kejaksaan Agung mengaku, hingga kini belum pernah mendapat bukti rekaman pembicaraan tersebut baik berupa CD, kaset ataupun bentuk lainnya.

“Ada hubungan telepon antara Ade dengan Ari, itu dari BAP dari Kepolisian. Belum ada barang bukti yang kita terima, jadi bukan dalam bentuk CD atau kaset, tapi bukti pembicaraan,” kata Kapuspenkum.

Seperti diketahui, Hendarman Supandji memaparkan secara meyakinkan bahwa ada alat bukti yang dimiliki Kejagung tentang pembicaraan antara Ary dan Ade sebanyak 64 kali melalui hubungan telepon.

Hal tersebut disampaikan Hendarman Supandji saat hadir dalam rapat kerja Komisi III DPR-Kejagung di Gedung DPR, Senayan, beberapa waktu lalu.

“Ary bilang tidak kenal dengan Ade dan baru sekali ke KPK. Tapi alat bukti ada 6 kali ke KPK, telepon 64 kali,” kata Jaksa Agung ketika itu.

Pernyataan tentang adanya pembicaraan Jaksa Agung 64 kali itulah yang mematahkan polemik ketika itu tentang tudingan adanya upaya rekayasa kriminalisasi terhadap dua wakil ketua Komosi Pemberantasan Koruposi Bibit dan Chandra.

Persoalan kembali menjadi ramai ketika bukti rekaman pembicaraan anta Ary Muladi dan Ade Raharja yang disebut 64 kali tersebut tidak pernah bisa dihadirkan di dalam persidangan Pengadilan Tipikor, meski Hakim telah memintanya.

Artikel Lainnya:

  1. Basrief Akan Telusuri Dokumen Antasari di Kejagung
  2. Polri Akui, CDR Bukan Antara Ary dan Ade Raharja
  3. Hendarman dan Bambang Jadi Korban Mafia Century
  4. Kejaksaan Agung: Rekaman Ary-Ade Urusan Polri
  5. Marwan Bantah Kejaksaan Punya Rekaman Ary-Ade

Beri Komentar

*
Hosting Gratis
BERITA TERBARU

Nama Korban Tewas Kecelakaan Bus di Cisarua
maiwanews - Hingga saat ini, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan bus Karunia Bhakti di Cisarua, kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat telah

Gelar Pahlawan Untuk Soeharto Dinilai Sah
maiwanews - Mantan Presiden Indonesia, Soeharto, dinilai layak mendapat gelar sebagai pahlawan nasional. Mahkamah Konstitusi (MK) dalam uji materi 9

Nampaknya Ical Sudah Menemukan Sosok Cawapres
maiwanews - Dalam seminar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012, Ketua Umum DPP

Lawan Persema, Persebaya Tampil Tanpa Andik
maiwanews - Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat saat menjamu Persema Malang Minggu 12 Fembruari 2012 nanti. Pada pertandingan Indonesia Premier

Indonesia Akan Beli 8 Helikopter Serang Apache
maiwanews -Pemerintah Indonesia terus melakukan penguatan sistem persenjataan yang dimiliki TNI. Setelah mewacanakan akan membeli 100 buah tank berat

Dana Pembelian Pesawat Kepresidenan Dari APBN
maiwanews - Sekertaris Kementerian Sekretaris Negara (Sesmensetneg), Lambock V. Nahattands, Kamis 9 Februari 2012 di Jakarta menegaskan dana

Pungli dan Korupsi Gerogoti Sektor Industri
maiwanews - Ekonomi Indonesia saat ini tumbuh dengan biaya tinggi, karenanya tidak memberi dampak signifikan bagi rakyat. Tingginya biaya ekonomi

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

09/02/12 - 14:29

09/02/12 - 14:21

09/02/12 - 13:56

08/02/12 - 14:26

08/02/12 - 13:56

08/02/12 - 11:02

08/02/12 - 10:44

08/02/12 - 10:39

08/02/12 - 08:55

08/02/12 - 08:25

07/02/12 - 03:55

07/02/12 - 01:12

06/02/12 - 16:17

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 87 kali

dibaca 58 kali

dibaca 56 kali

dibaca 53 kali

dibaca 49 kali

free counters