maiwanews latar
maiwanews tulisan


Keluarga Antasari dan Williardi Adakan Pengajian Menjelang Vonis

Jakarta – Babak terakhir di tingkat pengadilan negeri sidang kasus pembunuhan Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin segera berakhir.

Pada Kamis, 11 Januari 2010, bertempat dipengadilan negeri Jakarta Selatan, sidang atas terdakwa mati mantan ketua KPK Antasari Azhar dan mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Williardi Wizard akan mengagendakan pembacaan putusan.

Menjelang putusan itu, baik keluarga Antasari maupun Williardi, mereka menghadapinya dengan mengadakan pengajian dan mendoakan untuk kebebasan keduanya di kediaman masing – masing.

Baik keluarga maupun pengacara Antasari merasa yakin bahwa Hakim Prasetyo Ibnu Asmara, Nugroho Setiadji, dan diketuai Herry Swantoro, akan memutus bebas Antasari, mengingat selama persidangan, tidak ada satupun saksi yang menyebutkan bahwa terdakwa memerintahkan pembunuhan. Bahkan sejumlah bukti yang sebelumnya diajukan JPU dimentahkan oleh beberapa saksi dan saksi ahli yang dihadirkan di persidangan.

Mulai dari soal ancaman Antasari terhadap Almarhum Nasruddin melalui SMS ternyata tidak dapat dibuktikan, hingga soal teknis senjata yang dijadikan alat bukti JPU juga terbantah oleh saksi ahli.

Bahkan kesaksian yang disampaikan Williardi yang mengejutkan dan kehadiran Susno Duadji yang menghebohkan, menjadi kesaksian yang meringankan terdakwa Antasari.

Dalam Duplik yang dibacakan sendiri oleh Antasari dan disambung secara bergantian pengacanya pada sidang sebelumnya, mereka menengarai bahwa kasus ini merupakan rekayasa dan skenario besar untuk menjatuhkan Antasari Azhar yang ketika menjabat ketua KPK, sangat gencar melakukan pemberantasan korupsi kelas kakap, termasuk rencana Antasari menyelidiki adanya dugaan korupsi dalam pengadaan IT KPU sebelum akhirnya Ia dijebloskan ke penjara.

Sementara itu, dalam menghadapi putusan itu, keluarga Almarhum Nasruddin sesumbar mengerahkan massa ribuan di pengadilan negeri Jakarta Selatan yang terletak di Jl. Raya Ampera.

Penjagaan di persidangan pembacaan putusan itu sangat ketat, enam ratus lebih polisi dikerahkan Polres Jakarta Selatan, tempat dimana Williardi pernah menjadi komandannya,  dihadirkan mengamankan jalannya sidang.

Artikel Lainnya:

  1. Ahli IT ITB: 4 SMS Nasruddin Tak Dibalas Antasari
  2. Pengadilan Tinggi DKI Tolak Banding Antasari & Williardi
  3. Antasari Divonis 18 Tahun, Williardi 12 Tahun Penjara
  4. Antasari Dituntut Hukuman Mati
  5. Susno Duadji Beri Kesaksian Mengejutkan

Comments are closed.

Hosting Gratis
BERITA TERBARU

KRKJP Nilai Izin Terbang Lion Air Harus Dicabut
maiwanews - Koalisi Rakyat Konsumen Jasa Penerbangan (KRKJP) menilai izin terbang Lion Air sudah seharusnya dicabut. Pernyataan itu menyusul

Mau Jadi Pengurus DPW BM PAN Sulsel?
maiwanews - Dewan Pimpinan Wilayah Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (DPW BM PAN) Sulawesi Selatan membuka ruang kepada kaum muda Sulawesi Selatan

5 Pesan SBY Pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
maiwanews - Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jl Medan Merdeka, Jakarta, Minggu 5 Februari 2012, Presiden

Kapal Perang Iran Berlabuh di Dermaga Saudi
maiwanews - Kapal perang Republik Islam Iran berlabuh di pelabuhan Saudi. Komandan Angkatal Laut Iran mengatakan kapal perang armada ke-18 berlabuh

Pondok Pesantren Ali Maksum Yogya Beri Pelatihan Wirausaha
maiwanews - Salah satu pondok pesantren di Yogyakarta, Ali Maksum, membekali para santrinya dengan ilmu bidang kewirausahaan. Kebijakan itu diambil

Ungguli Guinea, Pantai Gading ke Semi Final Piala Afrika
maiwanews - Kandidat juara piala Afrika, Pantai Gading menang dengan skor meyakinkan, 3-0, atas lawannya, Guinea Khatulistiwa, di Nuevo Estadio de

Kiat Buruh Menyiasati Keterbatasan Penghasilan
maiwanews - Pemerintah mengalami dilema dalam mejembatani dua kepentingan antara buruh dan pengusaha. Di satu sisi keberadaan pengusaha penting untuk

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

03/02/12 - 16:42

03/02/12 - 15:41

03/02/12 - 12:37

03/02/12 - 11:14

03/02/12 - 08:38

03/02/12 - 07:48

03/02/12 - 05:38

02/02/12 - 15:03

02/02/12 - 15:02

02/02/12 - 13:35

02/02/12 - 08:55

02/02/12 - 05:53

02/02/12 - 05:27

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 38 kali

dibaca 36 kali

dibaca 34 kali

dibaca 33 kali

dibaca 32 kali

free counters