Kemendagri: Nasib Ahok Ditentukan Setelah Aktif Lagi Sebagai Gubernur DKI

maiwanews – Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan kembali aktif sebagai gubernur DKI Jakarta pada tanggal 12 Februari setelah masa cuti kampanye berakhir 11 Februari 2017.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengaku telah melakukan pembahasan untuk menonaktifkan kembali Ahok sebagai Gubernur DKI sebagai konsekwensi statusnya terdakwa kasus penodaan agama yang proses hukumnya sedang bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Kapuspen Kemendagri Dody Riyadmadji mengatakan, Menteri Dalam Negeri, Dirjen Otonomi Daerah, dan Biro Hukum Mendagri telah melakukan pembahasan bersama untuk menentukan apakah Ahok akan dinonaktifkan atau tidak.

Namun kata Dody, keputusannya apakah akan dinonkatifkan atau tidak, akan dilakukan setelah Ahok Aktif lagi sebagai Gubernur DKI. “Nanti setelah aktif kembali baru keputusan akan diberikan,” kata Dody, Selasa (7/2/2017)

Jika memang keputusannya Ahok dinonaktifkan sambung Dody, maka Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat yang menggantikan posisinya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta.

Seperti diketahui, status hukum Ahok saat adalah terdakwa dengan sangkaan melanggar pasal Pasal 156 a KUHP tentang penodaan agama juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.