Kemenperin Optimistis Kinerja Industri Semen Semakin Baik

(Foto: Kemenperin)

maiwanews – Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Adie Rochmanto P meyakini kinerja industri semen tahun 2019 akan lebih baik dibanding 2018. Menurutnya, peningkatan kinerja itu didorong oleh upaya pemerintah untuk terus menciptakan iklim usaha kondusif di Tanah Air.

dalam pernyataan persnya Senin 10 Juni, Adie mengatakan, pasca pemilu aktivitas industri manufaktur diharapkan akan kembali berjalan normal. Pertumbuhan sektor IKFT, mencakup industri semen, akan mencapai 4,3%, meningkat dari 3,6% capaian pada kuartal I tahun 2019. Utilisasi industri semen tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu atau di atas 75%. Utilisasi ini memperhitungkan terus berkembangnya pasar domestik dan ekspor. “Kami berharap membaiknya ekonomi kita pasca pemilu ini setidaktidaknya memberikan leverage bagi utilisasi kapasitas kita sekarang”, ujar Adie.

Kemenperin menargetkan, ekspor semen dan klinker tahun ini bisa mencapai 7 juta ton, naik 24% dibandingkan 2018 sebanyak 5,64 juta ton. Kebijakan ekspor merupakan salah satu upaya meningkatkan penjualan semen. Selain ekspor, pasar domestik juga digarap.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto sebelumnya menegaskan, pihaknya terus mendorong peningkatan konsumsi semen di pasar domestik.

Pasar semen domestik saat ini mengalami kelebihan pasokan. Kapasitas produksi industri semen terintegrasi di dalam negeri mencapai 109,9 juta ton per tahun, sementara konsumsi pada tahun 2018 sekitar 69,6 juta ton. Menteri Airlangga mengatakan, dahulu pertumbuhan permintaan semen terbilang tinggi sehingga investor tertarik berinvestasi.

Terkait keunggulan kompetitif, pihak Kemenperin meminta pelaku industri semen di dalam negeri agar terus membangun ekosistem inovasi. Persaingan saat ini semakin ketat, baik tingkat regional maupun internasional. Dengan inovasi, perusahaan akan diuntungkan karena akan terjadi efisiensi terutama dalam mengatasi kelebihan kapasitas produksi semen nasional.

“Industri semen diharapkan dapat melakukan transformasi sesuai dengan perkembangan teknologi terkini di era revolusi industri 4.0 yang dapat diterapkan secara bertahap,” tutur Menteri Airlangga. Lebih lanjut dikatakan, pembangunan industri strategis seperti pabrik semen perlu dijaga keberlanjutannya karena membawa efek berganda bagi perekonomian daerah dan nasional. (kemenperin)