maiwanews latar
maiwanews tulisan


Kepalang Tanggung, Susno Siap Bongkar Kasus Polri yang Lebih Besar

Jakarta – Tekanan demi tekanan yang ditujukan kepada Komjen Pol Susno Duadji akhir-akhir ini, tidak membuat mantan Kabareskrim itu ciut nyali. Penetapan Susno sebagai tersangka dan penangkapan tidak menyurutkannya untuk  membongkar kasus-kasus lain yang melibatkan Susno Duadji di DPRbeberapa petinggi Polri.

Menurut salah seorang dari tim pengacara Susno Duadji Erfan Helmi Juni, akibat penangkapan ini, Susno sudah kepalang tanggung. Pihaknya akan terus kasus-kasus yang lebih besar lainnya termasuk yang melibatkan petinggi Polri.

“Komitmen itu (membongkar kasus) terus. Beliau akan terus melakukan itu,” kata Efran Helmi Juni, kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Senin, 10 Mei 2010.

Efran menegaskan, Susno tidak pernah gentar untuk membongkar kasus-kasus Polri lainnya. Meski tidak dijelaskan kasus apa, namun ia mengatakan bahwa Susno telah menyiapkan sesuatu yang akan membuat geger institusi Polri.

“Beliau sudah coba menugaskan kita, ada data penting berkaitan pembongkaran kasus-kasus lain,” jelas Efran.

Sejumlah kalangan menyayangkan penangkapan Susno atas kasus yang dibukanya sendiri itu. Ada yang menduga sebagai langkah balas dendam institusi Polri terhadap Susno yang dinilai telah mempeburuk citra Polri.

Ketua DPR Menurut Marzuki Alie, menyebut penangkapan Susno bisa berefek buruk bagi pengungkapan kasus hukum. “Kalau begini orang akan takut melapor. Jenderal bintang tiga saja ditangkap, apalagi rakyat biasa pasti takutlah,” kata Marzukie kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin petang, 10 Mei 2010.

Namun Polri membantah tudingan balas dendam itu. Menurut Mabes Polri, penahanan Komisaris Jenderal Susno Duadji dalam kasus dugaan makelar kasus ‘mafia Arwana’ di Pekanbaru, Riau, bukan karena dendam.

Polri menilai penangkapan tersebut sudah sesuai prosedur dan dilakukan dengan profesional. “Ini bukan balas dendam. Ini profesional,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang di Mabes Polri, Jakarta, Senin 10 Mei 2010.

Sesaat setelah Susno ditahan, keluarga Susno melakukan jumpa pers di kediamannya Jl Cibodas I, Puri Cinere, Depok, Jawa Barat, Senin, 10 Mei 2010 yang menyebutkan bahwa penahanan terhadap Susno itu tidak adil.

Menurut juru bicara keluarga Susno Husni Maderi yang juga anggota tim pengacara, ada petinggi Polri yang melakukan praktek Poligami namun tidak dikenakan sanksi kode etik. “Mohon maaf, beberapa petinggi Polri yang melanggar undang-undang seperti beristri lebih dari satu tidak pernah kena pasal kode etik,” ujar Husni.

Artikel Lainnya:

  1. Hakim Praperadilan Tolak Gugatan Susno Terhadap Polri
  2. Siapkan 44 Saksi, Susno Akan Bongkar Kasus Petinggi Polri
  3. Polri Bantah Penahanan Susno Balas Dendam
  4. Susno Duadji Akhirnya Resmi Ditahan Mabes Polri
  5. Anggota Komisi III Minta Susno Buka Markus Besar di Polri

6 Responses to “Kepalang Tanggung, Susno Siap Bongkar Kasus Polri yang Lebih Besar”

  • yah mungkin saja pak susno punya strategi sendiri untuk menghadapi musuh2 nya.

  • ditunggu berita selanjutnya terutama aib polri yang akan dibongkar

  • penonton:

    kalo profesional, knapa nggak dari dulu ditangkap?

  • Numpang lewat:

    Wakaka…
    BAGUS !! bongkar aj smua… kalo perlu sampe ada reformasi di dalam badan kepolisian RI… biar smua yg busuk2 diganti ma yg lebih baik..

  • joni:

    - alah…… seperti… kamu bersih saja……
    sama saja…………
    ngomong sana…. ngember sini…..
    sok.. bersih.. lu….
    napa gak dari dulu…..

  • brengos:

    Kita itu sering terjebak oleh Opini dan kepentingan sesaat,seharusnya kita memihak pada nilai.Siapapun orangnya yang berani membongkar korupsi adalah pahlawan, Sebaliknya siapapun orangnya yang tidak bertanggung jawab terhadap apa yang diperbuatnya adalah bajingan.Sekarang tergantung Susno mau jadi Pahlawan atau Bajingan atau Pahlawan sekaligus bajingan ..

Beri Komentar

*
Hosting Gratis
BERITA TERBARU

Polres Abdya Usut Kasus Perusakan Lingkungan
maiwanews - Penyelidikan Polres Aceh Barat Daya (Abdya) terhadap para perusak lingkungan mendapat dukungan dan apresiasi dari WALHI Aceh. Tindakan

Nama Korban Tewas Kecelakaan Bus di Cisarua
maiwanews - Hingga saat ini, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan bus Karunia Bhakti di Cisarua, kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat telah

Gelar Pahlawan Untuk Soeharto Dinilai Sah
maiwanews - Mantan Presiden Indonesia, Soeharto, dinilai layak mendapat gelar sebagai pahlawan nasional. Mahkamah Konstitusi (MK) dalam uji materi 9

Nampaknya Ical Sudah Menemukan Sosok Cawapres
maiwanews - Dalam seminar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012, Ketua Umum DPP

Lawan Persema, Persebaya Tampil Tanpa Andik
maiwanews - Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat saat menjamu Persema Malang Minggu 12 Fembruari 2012 nanti. Pada pertandingan Indonesia Premier

Indonesia Akan Beli 8 Helikopter Serang Apache
maiwanews -Pemerintah Indonesia terus melakukan penguatan sistem persenjataan yang dimiliki TNI. Setelah mewacanakan akan membeli 100 buah tank berat

Dana Pembelian Pesawat Kepresidenan Dari APBN
maiwanews - Sekertaris Kementerian Sekretaris Negara (Sesmensetneg), Lambock V. Nahattands, Kamis 9 Februari 2012 di Jakarta menegaskan dana

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

09/02/12 - 15:14

09/02/12 - 14:29

09/02/12 - 14:21

09/02/12 - 13:56

08/02/12 - 14:26

08/02/12 - 13:56

08/02/12 - 11:02

08/02/12 - 10:44

08/02/12 - 10:39

08/02/12 - 08:55

08/02/12 - 08:25

07/02/12 - 03:55

07/02/12 - 01:12

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 92 kali

dibaca 60 kali

dibaca 56 kali

dibaca 55 kali

dibaca 54 kali

free counters