maiwanews latar
maiwanews tulisan


Komisi III DPR Minta Penjelasan Kasus Suap DGS BI

Jakarta – Anggota Komisi III DPR Pieter C. Zulkifli Simabuea dari Fraksi Partai Demokrat meminta penjelasan Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penanganan kasus suap Gedung DPRPemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) yang melibatkan Miranda S Gultom.

Permintaan tersebut disampaikan Pieter C. Zulkifli saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPR dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang berlangsung di gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 28 April 2010.

Pieter mempertanyakan apa kendala KPK mengungkap si pemberi cek, padahal menurutnya, fakta-fakta di persidangan sudah jelas. Pieter juga mengaku memiliki info akurat soal keterlibatan para pengusaha kakap dalam kasus ini. Oleh sebab itu, ia meminta agar KPK segera menuntaskan penyidikannya.

“Jangan sampai diabaikan fakta-fakta lain di persidangan itu,” Jelas Pieter.

Menjawab pertanyaan tersebut, Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Rianto menegaskan, kasus yang menjadi perhatian publik itu masih terus berkembang. Mantan Kapolda Kalimantan Timur itu  mengaku terus memonitor semua fakta-fakta yang berkembang di persidangan.

“Memang kita sudah menyimak semua hasil sidang. Info yang masuk dari PPATK sudah masuk. Dari 4 itu akan berkembang. The next step akan kita kerjakan. Ini terus berkembang,” tegas Bibit.

Bibit menambahkan, KPK belum menyerah untuk menghadirkan saksi kunci, Nunun Nurbaeti, di dalam persidangan kasus dugaan suap pemilihan Miranda Goeltom sebagai anggota Dewan Gubernur Senior BI. Upaya penjemputan paksa terus dikoordinasikan tim penyidik.

Menurut Bibit, kasus tersebut masih tetap dikejar. Namun ia enggan menjelaskan secara detil langkah KPK untuk menjemput Nunun. “Itu rahasia penyidik,” tegasnya Bibit.

Selain kasus suap, anggota Komisi III juga meminta KPK untuk tetap independen dan tidak terkooptasi dengan kepentingan kekuasaan dan kepentingan politik seperti panangkapan sejumlah kepala daerah menjelang pilkada.

Penegasan tentang hal itu setidaknya disampaikan dua anggota dewan yakni Azis Syamsuddin dari Partai Golkar yang kemudian diperkuat oleh Syarifuddin Sudding dari Partai Hanura.

Menurut Azis, KPK jangan sampai begitu mudah menangkap pada suatu waktu seperti menangkap sejumlah anggota DPR, namun begitu susah menangkap waktu yang lain seperti penuntasan skandal Century.

Artikel Lainnya:

  1. Tak Menahan Pemberi Suap, KPK Dinilai Jumawa
  2. PPP Lihat Kejanggalan dalam Kasus Suap DGS-BI
  3. KPK Tetapkan 26 Tersangka Baru Terkait Suap DGS BI
  4. Ary Muladi Jadi Tersangka Kasus Suap oleh KPK
  5. Mayoritas Masyarakat tak Percaya Bibit-Chandra Terima Suap

Beri Komentar

*
Hosting Gratis
BERITA TERBARU

Gelar Pahlawan Untuk Soeharto Dinilai Sah
maiwanews - Mantan Presiden Indonesia, Soeharto, dinilai layak mendapat gelar sebagai pahlawan nasional. Mahkamah Konstitusi (MK) dalam uji materi 9

Nampaknya Ical Sudah Menemukan Sosok Cawapres
maiwanews - Dalam seminar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012, Ketua Umum DPP

Lawan Persema, Persebaya Tampil Tanpa Andik
maiwanews - Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat saat menjamu Persema Malang Minggu 12 Fembruari 2012 nanti. Pada pertandingan Indonesia Premier

Indonesia Akan Beli 8 Helikopter Serang Apache
maiwanews -Pemerintah Indonesia terus melakukan penguatan sistem persenjataan yang dimiliki TNI. Setelah mewacanakan akan membeli 100 buah tank berat

Dana Pembelian Pesawat Kepresidenan Dari APBN
maiwanews - Sekertaris Kementerian Sekretaris Negara (Sesmensetneg), Lambock V. Nahattands, Kamis 9 Februari 2012 di Jakarta menegaskan dana

Pungli dan Korupsi Gerogoti Sektor Industri
maiwanews - Ekonomi Indonesia saat ini tumbuh dengan biaya tinggi, karenanya tidak memberi dampak signifikan bagi rakyat. Tingginya biaya ekonomi

Kasus Rawa Tripa, WALHI Siapkan Saksi Ahli
maiwanews - Dalam sidang gugatan WALHI Aceh terhadap Gubernur Aceh atas penerbitan surat izin pembukaan lahan di Rawa Tripa Rabu 8 Februari 2012 di

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

09/02/12 - 14:21

09/02/12 - 13:56

08/02/12 - 14:26

08/02/12 - 13:56

08/02/12 - 11:02

08/02/12 - 10:44

08/02/12 - 10:39

08/02/12 - 08:55

08/02/12 - 08:25

07/02/12 - 03:55

07/02/12 - 01:12

06/02/12 - 16:17

06/02/12 - 12:36

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 86 kali

dibaca 58 kali

dibaca 56 kali

dibaca 51 kali

dibaca 49 kali

free counters