Kontras: Sudah 13 Korban Salah Tembak Densus 88

Logo Polrimaiwanews – Cara penanganan terhadap para tersangka teroris oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror Polri yang sebagian berujung pada kematian para tersangka menuai kritik banyak pihak. Apalagi Kontras mencatat, sudah 13 orangĀ  yang mati karena salah tembak.

Menurut salah satu elemen masyarakat yang banyak mengadvokasi soal kekerasan terhadap warga sipil itu, penyergapan orang yang diduga teroris oleh Densus 88 tidak disertai prosedur yang layak.

“Ada beberapa upaya penyergapan yang tidak disertai prosedur yang tidak layak,” jelas Indira.

“Pada prinsipnya kami prihatin terhadap metode penanganan Polri dalam operasi anti teroris,” kata Wakil I Koordinator Kontras Indira Fernida, dalam keterangannya kepada wartawan di Jalan Borobudur 14, Menteng, Jakarta, Kamis, 20 Mei 2010.

Polri, lanjutnya, memiliki manajemen operasional dan menyatakan tunduk pada kode etik penggunaan senjata api. “Dalam catatan kami, selama tahun 2010 hal itu tidak menjadi pertimbangan Polri dalam melakukan penyergapan orang yang diduga teroris,” kata Indira.

“Kita melihat ada orang yang sengaja di tembak atau salah tembak seperti di Aceh
ada 3 orang yang dinyatakan bahwa mereka masyarakat biasa dan bukan teroris,” tutupnya.

Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang mengatakan tindakan menembak para terduga teroris dikarenakan alasan dan pertimbangan yang sudah sesuai prosedur. Penembakan terpaksa dilakuakan karena terduga teroris melawan saat ditangkap dan dianggap membahayakan jika tidak dilakukan tindakan.

Namun disayangkan, pertimbangan membahayakan itu masih terlalu subyektif bagi Polri karena ada juga yang ditembak hanya karena sekedar berontak tidak ingi ditangkap seperti pada penyergapan di Cawang beberapa waktu lalu.

Termasuk Dulmatin, tersangka teroris paling dicari yang ditembak mati Densus, dimana saat penyergapan, berdasarkan foto yang dirilis Polisi, DulmatinĀ  hanya menggunakan senjata gemgam kecil jenis revolver, itupun hanya sendiri di dalam sebuah warnet di Tangerang.