Korban Tewas akibat Gempa dan Tsunami Donggala dan Palu Mencapai 832 Orang

Kondisi kerusakan di pesisir di Kota Palu akibat Tsunami. (Foto: Sutopo Purwo Nugroho/@Sutopo_PN)

maiwanews – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dan tsunami di Donggala, Palu, dan sekitarnya dilaporkan melonjak mencapai 832. Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho Minggu 30 September siang.

Pihak berwenang khawatir jumlah itu akan meningkat karena perjuangan penyelamat untuk menjangkau masyarakat terpencil terputus dari komunikasi dan bantuan.

Puluhan orang dilaporkan terperangkap di puing-puing dua hotel dan sebuah mal di kota Palu, kota itu dilanda gelombang setinggi enam meter (20 kaki) menyusul gempa berkekuatan 7,4 hari Jumat.

Sutopo mengatakan pada konferensi pers bahwa daerah terdampak lebih besar dari perkiraan semula, tim penyelamat hanya memiliki akses baik ke salah satu dari empat kabupaten yang terkena dampak Palu. “Ada banyak daerah di mana tim SAR sulit menjangkau” kata Sutopo seraya menambahkan bahwa tim membutuhkan alat berat untuk memindahkan reruntuhan berukuran besar.

Seorang pejabat bencana mengatakan, tsunami melintas di laut dengan kecepatan 800 kilometer per jam sebelum tiba di pantai, dan korban jiwa bisa saja terjadi di sepanjang 300 km (200 mil) bentangan pantai, Utara dan Selatan Palu.

Kota Donggala telah rusak parah, dengan rumah-rumah menyapu ke laut dan tubuh terperangkap dalam puing-puing.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tsunami setelah gempa Jumat tetapi menarik pernyataan tersebut 34 menit kemudian, hal ini menuai kecaman bahwa penarikan itu terlalu cepat. Namun para pejabat mengatakan mereka memperkirakan ombak menerjang ketika peringatan itu diberlakukan. (BBG Direct (VoA)