Larangan Pemerintah Jual Bir di Minimarket Berlaku 16 April 2015

maiwanews – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (kemendag) melarang minimarket menjual minuman beralkohol golongan A atau yang memiliki kadar alkohol di bawah lima persen seperti bir dan lainnya mulai 16 April 2015.

“Per 16 April 2015 akan diterapkan, saya sudah berbicara kepada pengusaha minimarket,” kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel usai menghadiri peresmian K-Log Park Cibitung, Bekasi, Kamis (9/4/2015).

Rachmat mengatakan, jika ada minimarket yang tetap berjualan minuman beralkohol golongan A tersebut setelah waktu yang ditentukan, pemerintah daerah bisa mengambil tindakan dan sanksi atas pelanggaran itu.

Menurut Rachmat, tukuan pelarangan itu sudah jelas mengingat minuman beralkohol di minimarket, sudah mulai memasuki wilayah permukiman, sekolah dan juga tempat ibadah.

Sembilan jenis minuman beralkohol golongan A yang beredar di Indonesia adalah shandy, mbir, lager, ale, bir hitam atau stout, low alcohol wine, minuman beralkohol berkarbonasi, dan anggur brem Bali.

Sebelumnya, larangan tersebut diterbitkan Kemendag melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang perubahan kedua atas Permendag No. 20/M-DAG/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol.

Larangan tersebut ditentang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, salah satunya karena Pemprov DKI memiliki saham cukup besar di sebuah pabrik bir.

Pembenaran Ahok bahwa bir tidak berbahaya dikecam keras banyak kalangan termasuk para penggiat sosial. Suami Veronika Tan itu dinilai sudah terlalu jauh menggunakan kebebasan berbicaranya dalam mengomentasi hala-hal sangat sensitif di masyarakat.