maiwanews latar
maiwanews tulisan


Masa Depan Politik Luar Negeri Indonesia

Oleh: Ishaq Rahman

Secara konseptual, politik luar negeri suatu dihadapkan pada pilihan-pilihan keputusan pragmatis. Memang ada prinsip-prinsip seperti perdebatan antara “continuity” dan “change“, atau prioritisasi terhadap “core value” dan “vital interest“, tetapi dinamika internal dan eksternal selalu saja memberi warna paling dominan. Apalagi, terdapat adagium yang lazim dalam hubungan internasional bahwa “politik luar negeri merupakan perpanjangan dari politik dalam negeri”. Kecenderungan terhadap pilihan pragmatis ini akan sangat terasa pada negara-negara yang secara struktural sedang mengadopsi sistem baru, misalnya sedang berada pada masa transisi menuju demokrasi, atau sedang mencari bentuk equilibrium dalam politik domestik.

Mencermati masa depan politik luar negeri Indonesia pada masa lima tahun mendatang tidak dapat dipisahkan dengan tiga faktor determinan, yaitu:

1. Peranan lingkungan strategis, yaitu bagaimana dinamika aktual politik domestik (internal) dan internasional (eksternal) memberi peluang-peluang dan tantangan-tantangan bagi kebijakan luar negeri Indonesia. Sebagaimana diketahui, Indonesia saat ini memiliki tiga kondisi domestik penting yang dapat menjadi modalitas kebijakan luar negeri pada lima tahun mendatang, yaitu: negara demokrasi baru, ekonomi modern yang vibrant, dan pluralisme. Sementara pada level internasional, beberapa faktor determinan adalah dinamika integrasi ASEAN, Obama Factor di AS, Kerjasama Selatan-Selatan, dan adopsi berbagai isu-isu transnasional (termasuk redefinisi isu security) ke dalam rejim internasional.

2. Core Values (nilai-nilai inti), yaitu amanat konstitusi mengenai visi politik luar negeri Indonesia yang tertuang dalam Pembukan UUD 1945 (menolak segala bentuk penjajahan, mendorong perdamaian dunia, dan mendukung terciptanya tatanan internasional yang adil). Nilai-nilai inti akan selalu menjadi semangat yang mewarnai implementasi kebijakan luar negeri Indonesia dari periode ke periode.

3. Vital Interest (kepentingan mendesak), yaitu konsensus nasional yang difasilitasi oleh pengambil kebijakan eksekutif sebagai bentuk interpretasi terhadap kepentingan nasional yang perlu dicapai dalam jangka waktu tertentu. Pada masa lima tahun yang lalu, Indonesia menjadikan pemulihan citra nasional sebagai orientasi jangka menengah pembangunan politik luar negeri, yang kemudian diadopsi dalam berbagai kebijakan luar negeri. Sementara itu, untuk lima tahun mendatang, kepentingan mendesak yang menjadi orientasi politik luar negeri nampaknya akan diarahkan pada peningkatan peran Indonesia, baik pada level regional, multilateral, maupun internasional.

Tentu saja ketiga faktor determinan ini bukanlah kerangka yang baku. Pengambil kebijakan (terutama the president men) yang akan banyak mempengaruhi arah dan kebijakan nasional mempunyai beberapa pilihan konseptual. Tetapi, ketiga faktor ini relatif akan selalu terlibat dalam setiap konseptualisasi.(*)

Artikel Lainnya:

  1. BNN: Sindikat Narkoba Nikahi Calon Kurir di Luar Negeri
  2. PAN Diperintahkan Tunda Kunjungan ke Luar Negeri
  3. Indonesia Hentikan Mengirim PRT ke Luar Negeri
  4. Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri Indonesia-Jepang
  5. Menghapus Utang Luar Negeri

One Response to “Masa Depan Politik Luar Negeri Indonesia”

Beri Komentar

*
Hosting Gratis
BERITA TERBARU

Sinopsis Film #Republik Twitter
maiwanews - Di Twitter, Sukmo (Abimana Arya) adalah seorang cowok yang asik, cerdas dan penuh kepercayaan diri. Dia tampak ganteng di timeline

Nazaruddin: Saya Telat Karena Tadi Harus Dipijat Dulu
maiwanews - Sidang lanjutan kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games, Jakabaring, Palembang, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu,

Hatta Ali Terpilih Jadi Ketua Mahkamah Agung (MA)
maiwanews - Ketua Muda Pengawasan Hatta Ali akhirnya terpilih sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) setelah mengalahkan saingan terkuatnya, Ahmad Kamil.

13 PATI TNI Dapat Bintang Kehormatan
maiwanews - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., sematkan bintang kehormatan kepada 13 orang Perwira Tinggi (PATI). Dalam laman resmi TNI

Penundaan Izin Baru Minimarket di Jakarta Dicabut
maiwanews - Dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat Jakarta yang makin padat untuk membeli kebutuhan sehari-hari, Instruksi Gubernur (Ingub) DKI

Kerangka Timnas Pra Piala Dunia Terbentuk
maiwanews - Kerangka Tim Nasional (Timnas) untuk pertandingan Pra Piala Dunia sudah terbentuk. Penanggung jawab timnas Bernhard Limbong di Jakarta

Indonesia-Rusia Sepakat Bangun Rel Kereta di Kaltim
maiwanews - Pemerintah Indonesia dan Rusia menandatangani kesepakatan pembangunan rel kereta api di Kalimantan Timur. Penandatanganan Memorandum of

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

07/02/12 - 03:55

07/02/12 - 01:12

06/02/12 - 16:17

06/02/12 - 12:36

06/02/12 - 12:20

06/02/12 - 11:34

06/02/12 - 05:19

05/02/12 - 14:28

05/02/12 - 12:24

05/02/12 - 12:06

05/02/12 - 09:12

05/02/12 - 06:40

05/02/12 - 06:18

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 51 kali

dibaca 50 kali

dibaca 49 kali

dibaca 49 kali

dibaca 44 kali

free counters