Menhan Berikan Kuliah Umum Mahasiswa Unhan Tentang Strategi Pertahanan

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan kuliah umum kepada Mahasiswa S2 dan S3 Universitas Pertahanan. (Foto: Kemhan)

maiwanews – Perkembangan masa depan dunia menjadi penuh dengan ketidakpastian, hal ini dipicu oleh sulitnya memprediksi kecenderungan perkembangan lingkungan strategis. Demikian disampaikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu saat memberikan kuliah umum kepada Mahasiswa S2 dan S3 Universitas Pertahanan (Unhan) Rabu 19 September di Kampus Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor.

Dalam kuliah umum bertema “Kalibrasi Ulang Konsep Strategi Pertahanan RI menghadapi Disrupsi Dinamika Perkembangan Lingkungan Strategis” tersebut, Menhan Ryamizard mengatakan dalam era perkembangan modernisasi dan globalisasi ini, disamping ancaman fisik, ada juga ancaman non-fisik. Ancaman non-fisik relatif lebih besar dan dapat mengancam keutuhan dan persatuan kawasan.

Stabilitas dan keamanan kawasan juga dapat terhalang oleh faktor potensi benturan ego geopolitik antar negara besar. Perebutan pengaruh hanya akan memperkeruh situasi keamanan dan dapat menghambat terwujudnya masyarakat kawasan makmur dan sejahtera.

Terkait isu aktual, Menhan Ryamizard menjelaskan bahwa saat ini dunia masih diwarnai dengan adanya 4 (empat) isu aktual keamanan serius. Keempat isu tersebut masing-masing adalah: Isu Korea Utara, Perkembangan Laut China Selatan, Isu Trilateral Pengamanan Laut Sulu dari potensi Ancaman ISIS Asia Timur, serta Perkembangan Krisis Rohingya.

Melihat dinamika ancaman saat ini, Menhan Ryamizard yakin negara tidak dapat mengatasi ancaman tanpa bantuan negara lain. Suatu negara perlu membangun kerjasama dengan negara lain, utamanya negara di kawasan untuk menghadapi acaman secara bersama-sama.

Dalam tata arsitektur keamanan kawasan Indo Pasifik, perlu dilakukan kalibrasi pertahanan negara agar dapat menavigasi ancaman dan tantangan secara tepat dan proporsional. Membangun arsitektur pertahanan kawasan perlu dititikberatkan pada upaya mewujudkan semangat saling percaya dan saling menghormati antar negara-negara di kawasan. (Kemhan)