maiwanews latar
maiwanews tulisan


Menhut: Cabut Izin HTI RAPP untuk Selamatkan Hutan Riau

Pekanbaru – Sekitar 50 orang aktifis lingkungan hidup di Riau Jumat (12/02/2010) menuntut Menteri Kehutanan untuk mencabut izin Hutan Tanaman Industri PT RAPP di Riau karena mengancam kehidupan masyarakat di Riau dan memperparah pemanasan global.

50 aktifis tersebut berasal dari 12 organisasi pemerhati lingkungan di Riau, nasional dan internasional yang prihatin atas lajunya aktifitas deforestasi di Riau dan terancamnya habitat hewan dilindungi akibat pemberian izin pembukaan lahan yang diterbitkan pemerintah tanpa mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi.

“Laporan terbaru bahwa harimau sumatera akan punah dalam 5 tahun mendatang adalah ancaman serius bagi kehidupan satwa langka dilindungi. Indonesia tentu akan dipersalahkan dalam kebijakan belasan RKT yang membolehkan penghancuran hutan, habitat satwa langka tersebut,” kata Hariansyah Usman, Koordinator Koalisi Anti Penghancuran Hutan Riau.

Tutupan hutan alam rawa gambut di Provinsi Riau pada tahun 2002 tercatat 2.280.198 ha, sementara tahun 2007 hanya tersisa 1.603.008 ha. Rata-rata kehilangan tutupan hutan rawa gambut di Propinsi Riau sekitar 135.438 ha per tahun dan itu terjadi akibat pemberian izin oleh pemerintah dan tidak bekerjanya institusi penegak hukum di Riau.

Selain itu, program satu orang satu pohon yang resmi dicanangkan pemerintah baru-baru untuk merealisasikan program pengurangan emisi karbon justru bertolak belakang dengan fakta pembukaan tutupan hutan yang sedang dilakukan perusahaan kelompok APRIL (Asia Pacific Resources International Limited) ini di sejumlah hutan di Riau.

Saat ini puluhan ribu manusia yang hidup di sekitar Semenanjung Kampar dan ratusan ribu jiwa masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti semakin terancam akibat sumber kehidupan mereka diambil alih oleh perusahaan dan di sisi lain lahan mereka diambang gerusan abrasi.

“Kami minta Mentri Kehutanan, Zulkifli Hasan memperbaiki citra presiden di dunia global untuk menurunkan emisi karbon dengan cara MENCABUT izin HTI RAPP di Riau khususnya di Semenanjung Kampar dan Kepulauan Meranti. Penghancuran hutan di Semenanjung Kampar dan di Kepulauan Meranti oleh RAPP merupakan bukti deforestasi yang terus meningkatkan produksi emisi karbon Indonesia,” ujar Hariansyah Usman yang juga Direktur Walhi Riau.

Setiap konversi dan eksploitasi lahan gambut akan menyebabkan terlepasnya emisi karbon (CO2) yang mencemari lingkungan global karena terganggunya sistem water table (sistem hidrologis) yang pada akhirnya mengakibatkan gambut menjadi kering sehingga mudah terbakar. Apabila emisi dari lahan gambut diperhitungkan kontribusinya bagi perubahan iklim di dunia, maka Indonesia akan tetap tercatat sebagai negara urutan tiga penghasil emisi karbon terbesar di dunia.

“Kemampuan gambut menyerap karbon 30 kali lebih banyak dibandingkan dengan hutan tropis yang tumbuh di atasnya namun kemampuan menyimpan karbon dalam jangka yang panjang akan tergantung pada kesehatan hutan alam yang menaunginya. Penyelamatan lingkungan dan nol emisi harus dimulai dari hutan gambut di Riau,” kata Susanto Kurniawan, Koordinator Jikalahari.

Artikel Lainnya:

  1. Berikan Izin Usaha Perkebunan, Gubernur Aceh Digugat
  2. Inpres Moratorium Hutan Dinilai Tidak Pro Rakyat
  3. Greenpeace Tuding Sinar Mas Menghancurkan Hutan Alam dan Gambut
  4. Polri Usut Kejahatan Kehutanan di Riau dan Sumatera Utara
  5. Kesepakatan Pengalihan Utang untuk Konservasi Alam antara AS-Indonesia untuk Selamatkan Hutan di Sumatra

Beri Komentar

*
Hosting Gratis
BERITA TERBARU

KRKJP Nilai Izin Terbang Lion Air Harus Dicabut
maiwanews - Koalisi Rakyat Konsumen Jasa Penerbangan (KRKJP) menilai izin terbang Lion Air sudah seharusnya dicabut. Pernyataan itu menyusul

Mau Jadi Pengurus DPW BM PAN Sulsel?
maiwanews - Dewan Pimpinan Wilayah Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (DPW BM PAN) Sulawesi Selatan membuka ruang kepada kaum muda Sulawesi Selatan

5 Pesan SBY Pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
maiwanews - Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jl Medan Merdeka, Jakarta, Minggu 5 Februari 2012, Presiden

Kapal Perang Iran Berlabuh di Dermaga Saudi
maiwanews - Kapal perang Republik Islam Iran berlabuh di pelabuhan Saudi. Komandan Angkatal Laut Iran mengatakan kapal perang armada ke-18 berlabuh

Pondok Pesantren Ali Maksum Yogya Beri Pelatihan Wirausaha
maiwanews - Salah satu pondok pesantren di Yogyakarta, Ali Maksum, membekali para santrinya dengan ilmu bidang kewirausahaan. Kebijakan itu diambil

Ungguli Guinea, Pantai Gading ke Semi Final Piala Afrika
maiwanews - Kandidat juara piala Afrika, Pantai Gading menang dengan skor meyakinkan, 3-0, atas lawannya, Guinea Khatulistiwa, di Nuevo Estadio de

Kiat Buruh Menyiasati Keterbatasan Penghasilan
maiwanews - Pemerintah mengalami dilema dalam mejembatani dua kepentingan antara buruh dan pengusaha. Di satu sisi keberadaan pengusaha penting untuk

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

03/02/12 - 16:42

03/02/12 - 15:41

03/02/12 - 12:37

03/02/12 - 11:14

03/02/12 - 08:38

03/02/12 - 07:48

03/02/12 - 05:38

02/02/12 - 15:03

02/02/12 - 15:02

02/02/12 - 13:35

02/02/12 - 08:55

02/02/12 - 05:53

02/02/12 - 05:27

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 38 kali

dibaca 36 kali

dibaca 34 kali

dibaca 33 kali

dibaca 32 kali

free counters