Mindanao Filipina Darurat Militer, Kemlu Segera Pulangkan WNI

maiwanews – Menyusul status darurat militer di Mindanao Filipina, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri ( Kemlu) segera memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Marawi. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal dalam keterangannya Senin 29 Mei (dikutip laman Setkab) mengatakan WNI di Marawi segera dipulangkan.

Total jumlah WNI di Marawi sebanyak 17 orang, 11 diantaranya berada di sana dengan tujuan melakukan dakwah, dan mereka tidak terlibat baku tembak. Sejauh ini dilaporkan mereka dalam keadaan selamat. Mereka tinggal jauh dari lokasi pertempuran.

Marawi City adalah ibu kota provinsi Lanao del Sur di pulau Mindanao, Filipina. Presiden Filipina Rodrigo Duterte Selasa 23 Mei menetapkan status darurat militer setelah terjadi baku tembak antara tentara pemerintah dengan kelompok bersenjata di Kota Marawi.

Jaksa Agung Filipina Jose Calida Jumat 26 Mei (dikutip VoA) mengatakan kejadian di Mindanao sekarang ini bukan lagi pemberontakan warga Filipina, tetapi telah berubah menjadi invasi pejuang-pejuang asing. Warga beberapa negara dikatakan masuk ke Marawi.

Selasa 23 Mei pasukan pemerintah menjalankan misi penangkapan pemimpin militan Isnilon Hapilon. Misi itu gagal setelah militan menyerbu kota. Pihak militer mengatakan sedikitnya 11 tentara dan 31 militan tewas dalam konflik bersenjata tersebut.

Kamis 25 Mei tentara berupaya menyingkirkan kelompok militan melibatkan peralatan perang termasuk helikopter dan tank lapis baja. Banyak warga memutuskan mengungsi untuk menyelamatkan diri. (*)