Pejabat Menhan AS Setujui Penambahan Pasukan di Timur Tengah

Pejabat Menteri Pertahanan AS Patrick M. Shanahan. (Foto: Jim Garamone, DoD)

maiwanews – Pejabat Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Patrick M. Shanahan menyetujui penambahan sekitar 1.000 personel militer di Timur Tengah sebagai langkah mengatasi ancaman di kawasan tersebut.

“Menanggapi permintaan dari Komando Pusat AS (Central Command/CENTCOM) untuk pasukan tambahan, dan dengan saran dari Ketua Kepala Staf Gabungan dan dalam konsultasi dengan Gedung Putih, saya telah memberi otorisasi kepada sekitar 1.000 pasukan tambahan untuk tujuan pertahanan untuk mengatasi ancaman udara, laut, dan darat di Timur Tengah”, ungkap Pelaksana Tugas Menhan Patrick Shanahan dalam pernyataannya Senin 17 Juni (Release No: NR-158-19).

Pejabat Menhan Shanahan sebelumnya telah menerima informasi mengenai perilaku bermusuhan pasukan Iran dan kelompok-kelompok proksi mereka, perilaku mereka mengancam personel dan kepentingan AS di seluruh kawasan. Serangan-serangan Iran baru-baru ini memvalidasi informasi tentang keandalan dan kredibilitas kemampuan intelijen Iran.

Amerika Serikat dikatakan tidak mencari konflik dengan Iran. Tindakan hari ini diambil untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan personel militer AS di seluruh kawasan dan untuk melindungi kepentingan nasional. “Kami akan terus memantau situasi dan membuat penyesuaian berdasarkan laporan intelijen”, ungkap Shanahan.

Sebelumnya, Jum’at 14 Shanahan mengatakan Amerika Serikat sedang bekerja untuk membangun konsensus internasional dalam perjalanan ke depan terkait Teluk Oman di mana Iran menyerang dua kapal tanker minyak. Departemen Pertahanan (Dephan) AS mendukung upaya Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan John Bolton (penasihat keamanan nasional) untuk membentuk konsensus semacam itu. (DoD)