Pemimpin Catalonia Diminta Batalkan Kemerdekaan

Massa pendukung Referendu Catalonia (Foto: Twitter @ajplus)

maiwanews – Jelang pidato presiden regional Catalonia, para pemimpin wilayah tersebut menghadapi tekanan untuk membatalkan rencana menyatakan kemerdekaan dari Spanyol. Pemimpin Regional Catalonia, Carles Puigdemont, rencananya berpidato di depan parlemen regional Selasa 10 Oktober waktu setempat.

Meski Puigdemont belum mengungkapkan akan menyampaikan pesan apa kepada parlemen, namun Spanyol khawatir parlemen memutuskan menyatakan kemerdekaan secara sepihak.

Para pemimpin politik mendesak pemimpin Catalan membatalkan kemerdekaan demi meredakan ketegangan di negara Spayol. Wali Kota Barcelona, Ada Colau, telah berbicara menentang Deklarasi Kemerdekaan, ia mengatakan kemerdekaan Catalonia akan membahayakan kohesi sosial. Ia menyerukan semua pihak meredakan ketegangan dalam upaya menyelesaikan krisis kelembagaan paling parah sejak demokrasi ditegakkan kembali di Spanyol.

Hal senada disampaikan pemimpin Partai Oposisi Utama Spanyol, Pedro Sanchez, ia menyerukan para pemimpin Catalonia membatalkan rencana menyatakan kemerdekaan. Menurutnya, tidak ada tempat bagi pernyataan kemerdekaan sepihak di negara dengan aturan undang-undang.

Dari luar Spanyol, juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, Merkel menegaskan lagi dukungan bagi persatuan Spanyol, tetapi juga menganjurkan dialog.

Para pemimpin Catalonia mengatakan 90 persen pemilih mendukung kemerdekaan, namun penentang kemerdekaan mengatakan referendum tidak menunjukkan keinginan sebenarnya wilayah itu karena orang-orang pro integrasi memboikotnya. Jumlah pemilih dalam referendum kurang dari separuh. Sedangkan jajak pendapat secara konsisten menunjukkan lebih banyak orang Catalonia memilih tetap bersama Spanyol. (VoA/ds/ka)