Pengerjaan Tanggul Kanor Terancam Molor
BOJONEGORO – Penyelesaian tanggul Bengawan Solo tahap I di Kecamatan Kanor,Kabupaten Bojonegoro terancam molor. Sebab, sesuai kontrak antara PT Adi Karya selaku kontraktor dengan pemerintah, pengerjaan tanggul sepanjang 6 km dari total proyek 13 km harus tuntas pada bulan depan. Anggaran proyek tahappertama ini mencapai Rp 21 miliar.
“Kemungkinan memang terlambat, tapi, kontraktor bertekat akan menyelesaikan susuai kontrak,” kata Camat Kanor, Joko Purnomo.
Dikatakan Joko, pihaknya terus meminta pada kontraktor agar mengebut pengerjaan tanggul setinggi 4 meter delabar 6 meter serta tapak tanggul 24 meter sesuai dengan jadwal.
Keterlambatan penyelesaian proyek Bengawan Solo itu bisa dimaklumi, karena beberapa kali air bengawan pasang, sehingga pengerjaanya dihentikan.
“Sekarang ini tinggal finising di sejumlah titik, utamanya tanggul di Desa Kanor,Kecamatan Kanor,” tutur Joko,
Dipastikan Joko, jika tidak terjadi beberapa kali banjir proyek untuk meminimalisasi dampak luapan air Bengawan Solo itu sudah tuntas pada akhir bulan Juni ini. Namun, pengerjaan terganggu karena air menyentuh badan tanggul yang sedang dibangun. Sehingga, alat berat tidak bisa berjalan.
“Kalau tahap pertama ini segera tuntas, pembangunan tahap ke dua akan segera dimulai,” tambah Joko.
Proyek patungan antara pemerintah pusat, Pemprov Jatim dan Pemkab Bojonegoro itu pada tahap pertama menghabiskan dana sekitar Rp 6 miliar untuk pembebasan lahan sebanyak 240 bidang.
Dana sebesar itu berasal dari Pemprov Jatim Rp 4 miliar dan Pemkab Bojonegoro urun Rp 2 miliar. Sementara proyek fisik seluruhnya dibiayai Pemerintah Pusat. Semula pada tahap pertama hanya dibutuhkan anggaran Rp 19 miliar. Namun, setelah dikerjakan ada tambahan penambahan plengsengan di Dusun Grape, Desa Kanor, Kecamatan Kanor dan membutuhkan dana Rp 2 miliar.
Sementara, untuk pembangunan tahap II, kata Joko, bakal dilakukan pembebasan lahan sebanyak 590 bidang. Tanggul tahap II ini akan dibangun membentang dari Desa Semambung hingga Desa Kanor. Lahan untuk proyek yang diperkirakan menghabiskan dana lebih banyak dibanding pada tahap I itu sudah mulai dilakukan proses pembebesan tanahnya.
Informasi yang berkembang, proyek tanggul tahap II ini menuai kendala, utamanya pada pembebasan lahan yang dibutuhkan.Pemkab Bojonegoro sendiri hanya menyedaiakan anggaran Rp 2,5 miliar untuk pembebasan lahan. Pemkab Bojonegoro malah mengharap bantuan dari Pemprov Jatim lebih besar sehingga pembebasan lahan bisa lancar.
“Kabarnya dana dari Jatim untuk pembebasan lahan sebesar Rp 6 miliar. Namun, semua anggaran pembebasan lahan belum tersedia seluruhnya,” tukas Joko.
Artikel Lainnya:






