Pengunduran Diri Sri Mulyani Dinilai Goyang Pemerintahan
Jakarta – Pengunduran diri Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan untuk menjadi Managing Director World Bank, memancing pendapat yang beragam, mulai dari yang mendukung, bangga, hingga yang khawatis atas kelanjutan proses skandal Century. Namun Priyo Budi
Santoso menilai mundurnya Sri Mulyani sedikit banyak akan menggoyang pemerintahan yang dipimpin SBY.
Pengunduran diri Sri Mulyani dianggap Priyo akan berimplikasi terhadap pemerintah. “Intinya, satu katup telah terbuka,” kata Wakil Ketua DPR ini. Namun Priyo masih tetap yakin bahwa pemerintahan SBY ke depan tetap akan berlangsung dengan baik, atas dukungan kuat dari partai koalisi.
Namun demikian, pengunduran diri mantan Ketua KSSK tersebut juga dinilai politisi asal Partai Golkar itu sebagai jalan keluar terhadap krisis politik yang membelit Sri Mulyani terkait kebijakan bailout Bank Century yang diduga merugikan negara Rp. 6,7 trilyun.
“Saya menyebutnya istilah escape clausul. Klausul jalan keluar terhadap problem yang membelit secara politik yang melibatkan beliau,” kata Wakil ketua DPR-RI Priyo Budi Santoso dalam sebuah diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2010.
Sri Mulyani dipercaya menggantikan posisi mantan menteri keuangan Al Savador Jose Daboub di Bank Dunia. Menteri yang disebut SBY sebagai salah satu menteri terbaik itu akan mulai berkantor di Ibukota Amerika Serikat Washington DC mulai 1 Juni mendatang.
Tugas kerja Sri Mulyani cukup luas meliputi 74 negara di Amerika Latin, Asia Timur, Karibia, Timur Tengah, dan Amerika Utara. Dua managing director Bank Dunia lainnya adalah Ngozi Okonjo-Iweala (mantan menteri keuangan dan menteri luar negeri Nigeria) dan Graeme Wheeler dan mantan pekerja di Departemen Keuangan Selandia Baru.
Menanggapi keraguan sejumlah kalangan terhadap kelanjutan penanganan hasus Century menyusul kepergian Sri Mulyani ke negeri Barack Obama, KPK mengatakan bahwa kepindahan Sri Mulyani tidak berpengaruh atas pengungkapan skandal Century.
Di tengah konteroversi mengenai tempat, Sri Mulyani sebelumnya telah menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebanyak dua kali di kantor kementerian keuangan, lapangan banteng. Pemeriksaan pertama berlangsung 2,5 jam dan 6 jam untuk pemeriksaan kedua.
Artikel Lainnya:





