maiwanews latar
maiwanews tulisan


Penjual Rencek Keluhkan Cuaca

PENJUAL RENCEK DI ATAS SEPEDA

TUBAN – Curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir dikeluahkan warga tepian kawasan hutan yang berjualan kayu rencek (ranting kering pengganti mitan untuk masak di dapur, Red) yang berakibat pada macetnya penjualan.

Sebelum kerap turun hujan, dari penjualan rencek tersebut disamping terjadi kenaikan harga kayu bakar di pasaran akibat kelangkaan mitan, permintaan kayu rencek juga mulai menaik. Terlebih untuk warga yang berada di wilayah pedesaan, termasuk juga para pedagang makanan.

Harga kayu rencek di pasaran saat ini mencapai Rp 10.000 per ikat ukuran besar, dari sebelumnya Rp 4.000 sampai Rp 5.000. Sedang untuk ikatan kecil sebelumnya Rp 750-Rp 1.000 sekarang naik menjadi Rp 1.500 untuk setiap ikatnya.

Sejumlah perencek di Desa Jadi, Desa Nambangan, serta Dusun Ngroto, Dusun Ngendut dan Dusun Medokan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding; Desa Gesikan dan Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, mengatakan sudah ada sekitar sepekan ini permintaan kayu rencek meningkat.

“Banyak pedagang kayu bakar di Pasar Baru Tuban minta kiriman rencek tiap hari dalam hunlah banyak,” kata Sarip, perencek asal Dusun Ngendut ketika berada di Pasar Baru Tuban, Sabtu (15/05/2010).

Meski terjadi kenaikan harga dua kali lipat, Sarip dan perencek lainnya kesulitan memperoleh rencek kering akibat kerapnya turun hujan.

Para perencek asal Dusun Kalangan, Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan juga mengungkapkan hal serupa. Dikatakan mereka, para pedagang kayu bakar dari Pasar Desa Rengel minta kiriman rencek. Beberapa diantaranya bahkan bahkan telah memberikan uang panjar.

Namun, seperti diungkap Mariyadi, warga Dusun Kalangan, untuk memperoleh rencek pada musim penghujan seperti ini sulit. Disamping kondisi kayunya basah, ada larangan dari pihak Perhutani menebang kayu di dalam hutan.

Sejumlah pedagang kayu bakar di Desa Rengel dan Pasar Desa Grabagan mengungkapkan, permintaan rencek mulai naik setelah akibat sering langkanya mitan dan gas elpiji. Menurut Mariyadi, saat ini banyak warga yang memakai rencek untuk memasak. Permintaan rencek sekarang naik hampir 60 persen.

Artikel Lainnya:

  1. Uji Petik untuk Optimalkan Hasil Produksi
  2. Akibat Cuaca Buruk Harga Sembako Naik
  3. Dikira Warga Curi Motor Ternyata Pencuri Kayu Jati
  4. Penjual Petasan Tanpa Izin Marak di Bojonegoro
  5. Emansipasi Perempuan Dusun Tuban: Menyangga Beban Berat di Pundaknya

Beri Komentar

*
Hosting Gratis
BERITA TERBARU

Sinopsis Film #Republik Twitter
maiwanews - Di Twitter, Sukmo (Abimana Arya) adalah seorang cowok yang asik, cerdas dan penuh kepercayaan diri. Dia tampak ganteng di timeline

Nazaruddin: Saya Telat Karena Tadi Harus Dipijat Dulu
maiwanews - Sidang lanjutan kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games, Jakabaring, Palembang, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu,

Hatta Ali Terpilih Jadi Ketua Mahkamah Agung (MA)
maiwanews - Ketua Muda Pengawasan Hatta Ali akhirnya terpilih sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) setelah mengalahkan saingan terkuatnya, Ahmad Kamil.

13 PATI TNI Dapat Bintang Kehormatan
maiwanews - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., sematkan bintang kehormatan kepada 13 orang Perwira Tinggi (PATI). Dalam laman resmi TNI

Penundaan Izin Baru Minimarket di Jakarta Dicabut
maiwanews - Dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat Jakarta yang makin padat untuk membeli kebutuhan sehari-hari, Instruksi Gubernur (Ingub) DKI

Kerangka Timnas Pra Piala Dunia Terbentuk
maiwanews - Kerangka Tim Nasional (Timnas) untuk pertandingan Pra Piala Dunia sudah terbentuk. Penanggung jawab timnas Bernhard Limbong di Jakarta

Indonesia-Rusia Sepakat Bangun Rel Kereta di Kaltim
maiwanews - Pemerintah Indonesia dan Rusia menandatangani kesepakatan pembangunan rel kereta api di Kalimantan Timur. Penandatanganan Memorandum of

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

07/02/12 - 03:55

07/02/12 - 01:12

06/02/12 - 16:17

06/02/12 - 12:36

06/02/12 - 12:20

06/02/12 - 11:34

06/02/12 - 05:19

05/02/12 - 14:28

05/02/12 - 12:24

05/02/12 - 12:06

05/02/12 - 09:12

05/02/12 - 06:40

05/02/12 - 06:18

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 51 kali

dibaca 50 kali

dibaca 49 kali

dibaca 48 kali

dibaca 43 kali

free counters