Perangi “Hoax”, Menko Polhukam Wiranto Usulkan Dibentuk Satgas Proapo

maiwanews – Maraknya berita bohong atau hoax mendorong Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) provokasi, agitasi, dan propaganda (Proapo).

Dalam Sarasehan Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya di Jakarta Kamis 16 Februari, Menko Wiranto (dikutip Setkab) menyampaikan Proapo merupakan ancaman baru di Indonesia dan beberapa negara lain di dunia. Di acara yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut Menko Wiranto menjelaskan pembentukan Proapo sebagai langkah mengatasi Proapo pernah diusulkan saat Rapat Terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Satgas Proapo dikatakan melawan Proapo melalui upaya penelusuran awal penyebarluasan dan menindak pelaku sesuai aturan hukum. Proapo juga disebut sebagai upaya pihak tertentu untuk memisahkan pemerintah dengan rakyat. Lebih lanjut dijelaskan bahwa perang melawan Proapo merupakan tugas seluruh rakyat.

Masyarakat Telekomunikasi (Mastel) dalam rilis surveinya Senin 13 Februari menyebutkan 44,30 persen responden mengaku menerima hoax setiap hari, 17,20 persen menerima lebih dari 1 kali sehari, 29,80 persen seminggu sekali, dan 8,70 persen sebulan sekali.

Survei dilakukan selama 48 jam secara online pada Selasa 7 Februari terhadap 1.116 responden. Dalam survei digali informasi terkait pemahaman tentang hoax, perilaku masyarakat menyikapi hoax, bentuk dan saluran hoax, dampak hoax terhadap kehidupan berbangsa, dan penanggulangan hoax.

Berdasarkan hasil survei Mastel tersebut 53,50 persen responden menilai kebenaran berita heboh dapat diperiksa dengan mudah, 30,30 persen merasa sulit mencari kebenaran, 12,80 menilai sangat mudah, dan 12,80 persen mengaku sangat sulit.

Terkait cara memeriksa kebenaran suatu berita, 83 persen melalui internet atau mesin pencari, 48,60 persen menanyakan ke orang yang dianggap tahu, 4,30 persen melalui media massa, 36,80 persen melalui media sosial. (*)