maiwanews latar
maiwanews tulisan


Persh. Listrik Asing Bisa Punya Kuasa Pertambangan Batubara, PLN Tidak

Jakarta – Keingian Perusahaan Listrik Negara (PLN) memilki Kuasa Pertambangan (KP) Batubara sendiri nampaknya harus dikubur dalam-dalam. Hal itu terjadi karena Dahlan Iskan (Dirut PLN)lahan-lahan tambang batubara yang ada sudah “habis” dibagikan kepada para pengusaha swasta dan asing.

Sejauh ini, untuk mendukung operasi memasok kebutuhan daya listrik kepada masyarakat, PT PLN sangat tergantung terhadap pasokan batubara sebagai bahan bakar utama. Karena tidak dapat memiliki Kuasa Pertambangan Batubara sendiri, maka ketergantungan PLN terhadap para pemasok mencapai 100 %.

Menurut Dirut PLN Dahlan Iskan, keinginan PT PLN untuk dapat memenuhi kebutuhan pasokan batubara sendiri dengan cara memiliki KP Batubara, bukan tidak pernah diusahakan.

Menurutnya, keinginan untuk itu sering dilontarkan oleh PLN, termasuk oleh Dirut PLN sebelumnya Fahmi Mochtar, namun hasilnya nihil. Sebelumnya pada tahun 2008 lalu PLN berniat mengakuisisi 5-6 KP batubara di wilayah Kalimantan, Aceh dan Sumatera.

Ironisnya, perusahaan-perusahaan listrik asing seperti  perusahaan listrik dari India dan Thailand justru dapat memiliki serta cenderung menguasai KP-KP di Indonesia.

“Usaha untuk memiliki tambang sendiri, sekarang sudah sangat terlambat. Dari hasil pemantauan PLN tiga bulan terakhir, lahan-lahan tambang batubara sudah “habis” dibagikan kepada para pengusaha swasta dan asing,” kata Dahlan.

Dahlan Iskan menyatakan untuk mendapatkan KP-KP di tanah air tidak mudah, salah satu kesulitan itu adalah karena harus menyogok, sementara PLN tak punya kemampuan untuk itu.

“PLN juga punya kelemahan lain untuk bisa mendapatkan KP (kuasa pertambangan) di suatu daerah karena PLN tidak punya kemampuan untuk menyogok,” kata mantan “bos” Jawa Pos group itu dalam siaran persnya, Minggu, 18 April 2010.

Ketergantungan PLN terhadap terhadap batubara dari para pemasok sangat besar, saat ini, PLN membeli batubara sekitar Rp 18 triliun per tahun, dan dalam waktu dekat akan naik menjadi Rp 30 triliun dalam setahun.

Artikel Lainnya:

  1. WALHI Aceh Kritisi Pertambangan dalam Musrenbang
  2. KATAM Minta Hentikan Pertambangan di Manggamat
  3. Batubara Naik 20%, PLN Butuh Tambah Subsidi Rp2 T
  4. PAN Tidak Setuju Tarif Dasar Listrik Dinaikkan Lagi
  5. Pemerintah Wajib Jamin Pasokan Listrik Tanpa Harus Naikkan TDL

Beri Komentar

*
Hosting Gratis
BERITA TERBARU

Polres Abdya Usut Kasus Perusakan Lingkungan
maiwanews - Penyelidikan Polres Aceh Barat Daya (Abdya) terhadap para perusak lingkungan mendapat dukungan dan apresiasi dari WALHI Aceh. Tindakan

Nama Korban Tewas Kecelakaan Bus di Cisarua
maiwanews - Hingga saat ini, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan bus Karunia Bhakti di Cisarua, kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat telah

Gelar Pahlawan Untuk Soeharto Dinilai Sah
maiwanews - Mantan Presiden Indonesia, Soeharto, dinilai layak mendapat gelar sebagai pahlawan nasional. Mahkamah Konstitusi (MK) dalam uji materi 9

Nampaknya Ical Sudah Menemukan Sosok Cawapres
maiwanews - Dalam seminar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012, Ketua Umum DPP

Lawan Persema, Persebaya Tampil Tanpa Andik
maiwanews - Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat saat menjamu Persema Malang Minggu 12 Fembruari 2012 nanti. Pada pertandingan Indonesia Premier

Indonesia Akan Beli 8 Helikopter Serang Apache
maiwanews -Pemerintah Indonesia terus melakukan penguatan sistem persenjataan yang dimiliki TNI. Setelah mewacanakan akan membeli 100 buah tank berat

Dana Pembelian Pesawat Kepresidenan Dari APBN
maiwanews - Sekertaris Kementerian Sekretaris Negara (Sesmensetneg), Lambock V. Nahattands, Kamis 9 Februari 2012 di Jakarta menegaskan dana

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

09/02/12 - 15:14

09/02/12 - 14:29

09/02/12 - 14:21

09/02/12 - 13:56

08/02/12 - 14:26

08/02/12 - 13:56

08/02/12 - 11:02

08/02/12 - 10:44

08/02/12 - 10:39

08/02/12 - 08:55

08/02/12 - 08:25

07/02/12 - 03:55

07/02/12 - 01:12

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 92 kali

dibaca 60 kali

dibaca 56 kali

dibaca 55 kali

dibaca 54 kali

free counters