Pertemuan Bilateral Indonesia-Australia Bahas IA-CEPA

Bendera Indonesia Australia (Foto: Mia Salim/AusAID/DFAT)

maiwanews – Menteri Perdagangan Indonesia (Mendag) Enggartiasto Lukita Rabu 20 September di kantor Kementerian Perdagangan RI (Kemendag) menerima kunjungan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Steven Ciobo. Keduanya membahas isu-isu terkait perdagangan kedua negara, termasuk perkembangan perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Dalam pernyataan persnya Mendag Enggar nmengatakan kedua negara berkomitmen menyelesaikan perundingan tahun ini sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Turnbull di sela-sela G20 Summit di Hamburg awal Juni lalu. Saat itu keduanya menegaskan kembali agar perundingan IA-CEPA dapat diselesaikan di akhir tahun 2017 dan segera diimplementasikan.

Perundingan IA-CEPA berikutnya (putaran ke-9) diagendakan berlangsung di Indonesia pada 2-6 Oktober 2017. Sebelumnya, perundingan putaran ke-8 telah dilaksanakan di Australia pada 31 Juli-4 Agustus 2017. Dalam perundingan putaran ke-8 telah dicapai beberapa kemajuan, antara lain dalam hal pembahasan teks perjanjian, serta pembahasan akses pasar di bidang perdagangan barang, jasa, dan investasi.

Dalam perundingan IA-CEPA putaran ke-8, dibaha beberapa isu utama seperti perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, perdagangan elektronik, dan ketentuan kerangka kelembagaan. Perdagangan barang meliputi ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan, fasilitasi perdagangan, hambatan teknis perdagangan, serta sanitasi dan fitosanitasi. Sementara itu, perdagangan jasa meliputi jasa keuangan, pergerakan perseorangan, jasa keuangan, dan telekomunikasi.

Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) dibentuk untuk menciptakan kerangka kerja bagi era baru keterlibatan ekonomi yang lebih dekat antara Australia dan Indonesia dan membuka pasar baru dan peluang untuk bisnis, produsen utama, penyedia layanan dan investor. IA-CEPA akan membangun kesepakatan multilateral dan regional yang ada termasuk AANZFTA. Menteri Perdagangan Indonesia dan Australia mengaktifkan kembali perundingan pada bulan Maret 2016 setelah diluncurkan pertama kali oleh pemimpin kedua negara pada tahun 2010. (Kemendag/DFAT AU)