Pilpres 2019, Pemuda Muslimin Indonesia Dorong Kadernya Jadi Cawapres

maiwanews – Jelang pemilihan presiden (pilpres) 2019, Pimpinan Besar (PB) Pemuda Muslimin Indonesia (PEMUDA MUSLIM) menegaskan bersikap netral atau tidak memihak ke siapapun namun berharap kadernya bisa maju dalam pesta demokrasi itu. Demikian rilis Minggu 22 April.

Sekjend PB Pemuda Muslimin Indonesia Evick Budianto mengatakan Pemuda Muslimin Indonesia bukan bagian dari Partai Politik (Parpol), melainkan ormas Kepemudaan Islam. Organisasi ini berisi dan berhimpun kumpulan aktivis lintas Profesi dengan latar belakang akademik beragam serta anak-anak muda milenial kreatif.

“Jadi, kami ormas kepemudaan Islam berlandaskan nilai-nilai syariah dan tidak mendukung Capres”, ujar Evick usai memantau kesiapan Panitia Latihan Kepemimpinan II (LK II) 2018 melalui sambbungan telepon Jum’at 20 April.

Tidak dikabulkannya gugatan UU Pemilu oleh Mahkamah Konstitusi (MK), maka untuk mengusung bakal calon presiden harus memenuhi ambang batas atau presidential threshold sebesar 20 persen. Menurut Evick hal tersebut menyebabkan tidak banyak pasangan calon (paslon) Capres di 2019.

Mengenai tokoh Capres atau Cawapres ideal, Evick menjelaskan PB Pemuda Muslimin Indonesia memprioritaskan anggotanya sendiri. “Karena itu, kami akan mendorong kader-kader Pemuda Muslimin Indonesia seperti H. M Muhtadin Sabili (Ketua Umum PB) atau H. Tedi Yusaldi (Bendahara Umum PB) untuk bisa menjadi Capres maupun Cawapres”, pungkasnya.

Sehubungan dengan tahun politik 2019, Evick mengatakan PB Pemuda Muslimin Indonesia mengajak ummat Islam khususnya kaum Milenial untuk sadar politik dengan menggunakan hak politik dengan baik. (Pemuda Muslimin)