PKS “Ajarkan Budaya” Indonesia di Hotel Amerika

Logo PKSmaiwanews – Rupanya tidak selamanya tamu harus tunduk dan patuh terhadap standar pelayanan sebuah hotel berbintang, termasuk hotel berbintang lima, apalagi jika itu menyangkut kebiasaan dan keharusan yang telah menjadi semacam kebudayaan.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sedang melakukan Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 di jakarta, berhasil “memaksa” pengelola hotel bertaraf international, Ritz Carlton untuk menyediakan ember dan gayung di kamar kecil hotel mewah yang kepemilikannya masih terkait dengan Amerika itu.

Tidak selalu harus karena alasan agama apalagi status soial tertentu, membersihkan diri setelah “buang air” dengan air bersih adalah merupakan kebutuhan dan keharusan bagi sebagian orang, kaya maupun miskin.

Kebutuhan dan keharusan yang sudah menjadi budaya itu tidak dapat diwakilkan dengan apapun, termasuk oleh tissu apalagi sekedar suasana kemewahan sebuah kamar kecil.

Seperti diketahui, hampir semua hotel besar di Indonesia menerapkan standar pelayanan dengan sistim kamar kecil kering yang didalamnya tidak menyiapkan akses air bersih untuk keperluan membersihkan diri seusai buang air.

Yang disediakan pihak hotel hanya tissu gulungan atau lembaran yang tersimpan dalam kotak yang terlihat mewah. Kondisi yang membuat risih ini, selama ini membuat sebagian tamu hotel harus berakrobat mengatasinya secara diam-diam.

Celakanya, dalam perkembangannya, standar kamar kecil tanpa air pembersih itu juga ditiru oleh beberapa gedung mewah lainnya seperti tempat perbelanjaan, plaza maupun mall.

Langkah PKS terhadap Ritz Carlton yang mengharuskan menyediakan ember dan gayung di kamar kecil selama Munas berlangsung, menyadarkan sekaligus mengirimkan pesan kepada kita bahwa telah terjadi semacam “benturan budaya” yang cukup serius dengan pesatnya pembangunan ekonomi di negeri kita.

Sehingga sepertinya dirasa perlu menerapkan juga semacam Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap kamar kecil gedung-gedung perbelanjaan maupun hotel-hotel, tidak hanya diterapkan terhadap penggunaan helm pengendara motor.

Munas PKS kali ini diikuti 2.700 peserta yang terdiri dari 99 anggota Majelis Syura, perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah dari 33 provinsi, perwakilan Dewan Pimpinan Daerah yang berkedudukan di kabupaten/ kota dan sejumlah perwakilan PKS di luar negeri.

Munas ke-2 PKS yang dilaksanakan di Hotel mewah Ritz Carlton sejak Kamis, 16 Juni sampai tanggal 20 Juni 2010  ini, menurut Sekjend PKS Anis Matta, dipilihnya Ritz Carlton dimaksudkan sebagai sebuah sinyal keterbukaan yang dicanangkan PKS.